Bandung – Apakah kamu sering merasa lelah meski telah beristirahat dengan cukup? mungkin pertanda sebagai gejala lelah kronis.
Menurut Very Well Health, kelelahan kronis dideskripsikan sebagai gejala kelelahan atau kurang energi yang terjadi selama lebih dari enam bulan. Kondisi ini biasanya merupakan gejala dari suatu masalah kesehatan yang lebih besar.
Menurut Very Well Health, kelelahan kronis dideskripsikan sebagai gejala kelelahan atau kurang energi yang terjadi selama lebih dari enam bulan. Kondisi ini biasanya merupakan gejala dari suatu masalah kesehatan yang lebih besar.
Bagi mereka yang mengalami sindrom harus menjalani cara berbeda untuk pulih karena tidak hanya masalah fisik namun secara mental.
Laman Mayo Clinic menyebut, selain lelah yang berlangsung lebih dari 24 jam (terutama usai latihan fisik), penderita juga bisa kehilangan konsentrasi, sakit tenggorokan, mengalami pembesaran kelenjar getah bening di leher atau ketiak.
Gejala lainnya, nyeri otot atau persendian yang tidak bisa dijelaskan, sakit kepala dan tidur tak nyenyak.
Penyebab sindrom kelelahan kronis belum diketahui, meskipun ada banyak teori – mulai dari infeksi virus hingga tekanan psikologis.
Masalah sistem kekebalan tubuh juga bisa menjadi pemicu. Sistem kekebalan tubuh orang yang mengalami sindrom kelelahan kronis tampaknya sedikit terganggu, tetapi tidak jelas apakah gangguan ini cukup untuk benar-benar menyebabkan gangguan tersebut.
Hal lainnya, ketidakseimbangan hormon. Orang yang memiliki sindrom kelelahan kronis juga kadang-kadang mengalami kadar hormon abnormal dalam darah yang diproduksi di hipotalamus, kelenjar hipofisis, atau kelenjar adrenal. Tetapi signifikansi kelainan ini masih belum diketahui.
Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko sindrom kelelahan kronis antara lain usia, jenis kelamin dan stres.





