Bandung – Hari ini, Minggu (19/1/2020), umat Tri Dharma meyakini para dewa sedang pergi ke kahyangan. Mereka ‘keluar’ dari rupang di vihara atau kelenteng.
Hal ini jadi momentum bagi umat Tri Dharma untuk membersihkan rupang. Dalam istilah umum, rupang ini sering disebut patung. Rupang ini adalah simbol atau perwujudan para dewa dalam keyakinan umat Tri Dharma.
Pembersihan rupang ini adalah ritual untuk menyambut Imlek alias Tahun Baru China. Sehingga, saat Imlek nanti, seluruh rupang sudah bersih.
Prosesi pembersihan rupang ini salah satunya bisa dilihat di Vihara Dharma Ramsi, Cibadak, Kota Bandung. Di sini, belasan umat dengan sukarela membersihkan rupang.
“Membersihkan rupang ini enggak boleh sembarangan. Ada waktunya dan tekniknya juga khusus,” ujar Awa Kwan, umat Vihara Dharma Ramsi.
Air yang digunakan mulai dari air bersih biasa, air bunga, hingga air cendana. Sedangkan peralatan yang dipakai di antaranya lap dan kuas.

“Setelah selesai dibersihkan, rupang akan dipasang lagi di tempatnya,” ucap Awa Kwan.
Pembersihan rupang ini butuh waktu dua hingga tiga hari. Sebab, rupang di Vihara Dharma Ramsi cukup banyak.
Jumlahnya ada 27 rupang dengan berbagai ukuran. Rupang di sini adalah yang terbanyak di antara vihara atau kelenteng di Kota Bandung.

Pembersihan rupang memiliki makna dalam, yaitu umat menyambut pergantian tahun dengan sesuatu yang bersih, termasuk kepribadian. Selain rupang, seluruh area vihara juga dibersihkan.
Sementara sebelum membersihkan rupang dan vihara, umat Tri Dharma biasanya juga melakukan bersih-bersih di rumahnya. Puncak dari perayaan Imlek sendiri adalah ibadah di vihara dan menyalakan lilin pada malam jelang pergantian tahun dalam kalender China. (bud)





