Bandung – Keindahan Taman Alun-alun Kota Bandung kini makin bertambah. Di sini hadir dua lampu tenaga surya berbentuk pohon.
Karena bentuknya, lampu ini diberi nama solar tree. Sementara karena memanfaatkan tenaga matahari, daya dari lampu itu tak perlu menggunakan listrik.
Ada dua solar tree di Taman Alun-alun, yaitu di pintu masuk sebelah selatan dari Jalan Dalem Kaum dan di pojok sebelah utara dengan akses dari Jalan Asia Afrika.
“Mudah-mudahan hadirnya lampu ini lebih memberikan estetika dan artistik. Sehingga Kota Bandung semakin cantik,” ujar Wali Kota Bandung Oded M. Danial, usai meresmikan solar tree di Taman Alun-alun Kota Bandung, Kamis (30/1/2020).
Solar Tree memiliki tinggi tak lebih dari 3 meter dengan 16 panel surya berkapasitas 50 MWP. Panel akan menyerap energi matahari untuk menyimpan listrik ke dalam empat buah baterai berkapasitas 100 Ah atau setara 12 volt. Itu cukup untuk menyalakan empat buah lampu dengan daya 20 watt dan menerangi area Taman Alun-Alun Bandung.
Panel surya mengitari tiang menyerupai daun pohon, sehingga sekaligus membuat teduh fasilitas tempat duduk yang tersedia pada solar tree ini. Tak hanya untuk penerangan, masyarakat juga bisa memanfaatkan solar tree untuk mengisi daya telepon seluler. Karena di sana disediakan sambungan berbentuk port USB.
“Ke depan akan saya cicil terus menghadirkan Bandung semakin caang baranang?(terang benderang). Salah satunya menghadirkan ini (solar tree),” jelas Oded.
Kehadiran solar tree di Alun-alun Bandung ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan PT. LEN Industri. Solar tree diberikan sebagai bagian dari Coorporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan BUMN yang bergerak di bidang elektronika tersebut.
Menurut Direktur Keuangan dan SDM PT. LEN Industri Priadi Ekatama Sahari, perusahaannya berada di Jalan Soekarho-Hatta maka memiliki kewajiban untuk mengembangkan Kota Bandung. “Solar tree di Alun-alun Bandung ini menjadi semakin istimewa lantaran desain dan proses pembuatannya ini juga dikerjakan oleh para tangan ahli dari Kota Bandung,” ucapnya. (bud)





