Bandung – Inggris dianggap sebagai salah satu kiblat dunia bagi anak muda baik dari fesyen, musik, olahraga dan beberapa bidang lain.
Namun saat ini terdapat tren baru dikalangan orang muda. Dari hasil salah satu studi, di Inggris, seperempat dari total anak muda berusai 16 sampai 24 tahun, menggolongkan diri mereka sebagai bukan peminum alkohol.
Penelitian oleh University College London mengatakan tidak minum alkohol makin menjadi kecenderungan di kalangan generasi muda, dan makin banyak pemuda berusia 16 sampai 24 tahun di Inggris benar-benar menghindari alkohol.
Para peneliti mengatakan kondisi itu memperlihatkan bahwa norma seputar konsumsi alkohol tampaknya berubah.
Dr. Linda Ng Fat, penulis utama studi itu, mengatakan peningkatan tidak meminum alkohol dikalangan generasi muda didapati di seluruh lapisan masyarakat dari wilayah, pendidikan, status sosial maupun pekerjaan.
Peningkatan jumlah non-peminum alkohol didapati di seluruh banyak kelompok yang berbeda mungkin makin menjadi arus utama di kalangan generasi muda.
Ng Fat, ahli akademi terkenal mengenai kecenderungan konsumsi alkohol di kalangan generasi muda melihat kecenderungan itu diduga disebabkan oleh banyak faktor budaya.
“Peningkatan di kalangan generasi muda yang memilih untuk tidak minum alkohol menunjukkan prilaku ini mungkin menjadi makin dapat diterima, sementara prilaku berbahaya seperti minum dalam jumlah banyak menjadi kurang normal,” katanya.
Penelitian itu, yang diterbitkan di jurnal medis BMC Public Health, mendapati lebih dari 25 persen pemuda sekarang menggolongkan diri mereka sebagai “bukan peminum”.
Data dari survei tahunan kesehatan dari Inggris yang diteliti oleh para peneliti mendapati bagian pemuda yang berusia 16-24 tahun yang tidak mengkonsumsi alkohol telah naik selama masa 10 tahun dari 18 persen jadi 29 persen.
Pada 2005, jumlah itu memperlihatkan bahwa 43 persen pemuda mengakhi mereka mengkonsumsi alkohol lebih dari batas yang disarankan, tapi 10 tahun kemudian jumlah tersebut telah turun jadi 28 persen.
Tapi studi itu atas 10.000 pemuda juga mendapati bahwa peningkatan jumlah orang yang tidak minum alkohol tak terlihat di kalangan perokok, etnik minoritas dan orang dengan kesehatan mental buruk.





