close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Berkaca dari Bandung Lautan Sampah

Budiana
Jumat, 21 Februari 2020 - 19:25:04
in HEADLINE, KABAR KOTA

Wali Kota Bandung Oded M. Danial di sela peringatan HPSN di Pendopo Kota Bandung. (Humas Kota Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung – Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) digelar di Pendopo Kota Bandung, Jumat (21/2/2020). Wali Kota Bandung Oded M. Danial berpesan.

Ia kembali mengajak seluruh warga untuk lebih sadar mengelola sampah. Sehingga, persoalan sampah bisa tuntas dari sumbernya, yaitu di lingkungan rumah tangga.

Oded mengingatkan, tragedi ‘Bandung Lautan Sampah’ pada 2005 lalu jangan sampai kembali terulang. Saat itu, sampah berserakan di berbagai titik di Kota Banding.

Be4kaca dari hal itu, ia mengajak warga Kota Bandung agar tidak lagi menggunakan pola kumpul-angkut-buang dalam mengelola sampah. Warga harus mulai mengelola sampah melalui gerakan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman).

“Di momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini, saya mengajak mari merefleksi ke belakang. Tragedi Bandung Lautan Sampah pernah terjadi. Agar itu tidak terjadi lagi, mari babarengan kelola sampah dari rumah kita masing-masing,” ajak Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Jumat (21/2/2020).

Bukan hanya mengajak, Oded pun sudah melakukan apa yang diimbaunya untuk warga. Oded menyatakan, saat ini Pendopo sebagai rumah dinasnya sudah tidak lagi membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Itu karena sampah yang diproduksi setiap harinya langsung diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di pojok utara halaman pendopo.

TPST yang diberi nama Pojok Kang Pisman Pendopo sudah mampu mengolah sampah organik dan non organik. Bahkan, untuk memberikan pakan bagi maggot, petugas terpaksa mengambil sampah sisa makanan dari sejumlah tempat makan di sekitar Pendopo. Itu lantaran produksi sampah rumah tangga di rumah dinas wali kota semakin berkurang.

“Alhamdulillah di Pendopo ini sampahnya banyak terutama dedaunan karena jumlah tanahnya 1,9 hektar. Dedaunan yang menumpuk dikelola oleh Pojok Kang Pisman Pendopo,” ucapnya.

“Sampah dapur juga diolah di TPST ini. Keseluruhan warga pendopo ini, selain keluarga juga ada pegawai semuanya ada sekitar 70 orang. Kita sudah tidak buang sampah lagi ke TPS,” bebernya.

Selain pengolahan sampah, Oded juga sudah lebih dulu mengembangkan konsep urban farming serta pemeliharaan ternak dan perikanan sederhana di sekitar pendopo.

Sehingga, hasil pengolahan sampah berupa maggot, kompos dan pelet atau pakan hewan pun kembali dimanfaatkan.

Konsep pengelolaan di Pendopo ini menjadi percontohan untuk pengolahan secara mandiri. Kini setiap minggunya, Pendopo kerap kedatangan para ketua RW, aparat kewilayahan ataupun warga lainnya yang sengaja ingin belajar konsep pengelolaan sampah.

“Sejak pindah ke Pendopo setahun lalu, saya sengaja membuat ini sebagai miniatur dan terpadu untuk pengolahan sampah, ada urban farmingnya, ada kolam ikan. Silahkan warga Bandung mencontoh, datang aja setiap harinya juga selalu ada petugas,” ujarnya.

Oded memaparkan saat ini sudah banyak metode pengolahan sampah yang cukup sederhana, sehingga bisa diaplikasikan di lingkungan rumah tangga. Seperti pengomposan Takakura, bata terawang, biopori atau menggunakan pipa kompos yang dimodifikasi menjadi Lodong Sesa Dapur (Loseda).

Lebih lanjut, Oded mengungkapkan, sekitar 147 RW di Kota Bandung sudah menggalakan gerakan Kang Pisman, sehingga mulai mengurangi produksi sampah yang dibuang ke TPS. Ia berharap semangat pengolahan sampah ini juga bisa ditiru oleh RW lainnya untuk semakin menekan produksi sampah di Kota Bandung.

“Sampah harus beres desentralisasi di rumah. Kalau olah sampah masih diangkut ke RW, terus ke TPS lalu ke TPA itu namanya memindahkan masalah. Tapi yang benar itu sampah diselesaikan di rumah kita,” jelas Oded. (bud)

Tags: hari sampahkabar bandungkang pismankota bandunglingkunganoded m danialsampahwali kota bandung
Previous Post

Pemprov Bakal Bangun Beberapa Studio Animasi

Next Post

Bermarkas di Stadion GBLA Makin Terbuka

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.