close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pemkot Akui PSBB di Bandung Belum Ideal

Budiana
Kamis, 23 April 2020 - 23:10:06
in HEADLINE, KABAR KOTA
Pemkot Akui PSBB di Bandung Belum Ideal

Ilustrasi check point PSBB di Kota Bandung. (Humas Kota Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung – Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bandung masih belum ideal. Itu karena masih banyak warga yang melanggar aturan PSBB.

Hal itu diakui oleh Sekda Kota Bandung yang juga Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna usai meninjau check point Gerbang Tol Buah Batu, Cibiru, dan Terminal Cicaheum.

“Selama pemantauan, masih belum ideal. Banyak pelanggaran terutama pengguna kendaraan. Pertama standar protokol kesehatan, seperti physical distancing dalam berkendara masih banyak pelanggaran,” ujarnya Terminal Cicaheum, Kamis (23/4/2020).

Ema mengakui, pemerintah, kepolisian, dan TNI memang harus terus berkordinasi agar memiliki standar yang sama. Sehingga, satu titik dengan titik lain tak ada perbedaan.

“Setiap titik check point harus memiliki standar yang sama. Kordinasi memang harus terus ditingkatkan,” akunya.

“Kita akan lakukan kordinasi di forum pimpinan, atar institusi di Kota Bandung baik TNI, polisi dan Pemda dengan kabupaten kota yang berbatasan,” imbuh Ema.

Ema menegakan, pemeriksaan di setiap titik harus ketat. Orang yang beraktivitas di luar ruangan, harus jelas kepentingannya.

“Kalau beraktivitas di luar itu harus jelas keterangannya. Itu tanyakan, mau apa? Mau ke mana? PSBB itu diam dirumah, kerja di rumah, dan ibadah di rumah, kecuali mendesak keterpaksaan. Misalnya orang sakit atau hal lain yang darurat tidak bisa kalau di rumah,” tegasnya.

Ema juga menyoroti tentang toko yang masih buka tanpa terkecuali yang terlampir dalam aturan tentang PSBB.

“Masih banyak toko yang tidak masuk dikecualikan tetap buka. Contohnya, toko mas, baju, kain, material (bahan bangunan), atau toko otomotif. Saya minta para camat untuk menutupnya. Tidak ada toleransi,” tegas Ema. (bud)

Tags: coronacovid-19dinkes kota bandungEma sumarnakabar bandungkabar kotakesehatanpenyakitpsbbpsbb bandung rayasekda kota bandungvirus corona
Previous Post

Humas Kota Bandung Panen Penghargaan

Next Post

PSBB, Kesadaran Warga di Pasar Kurang

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.