close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Sabtu, 25 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sosok di Balik Instragamable Asia-Afrika

Budiana
Minggu, 6 September 2020 - 10:48:09
in HEADLINE, KABAR KOTA
Sosok di Balik Instragamable Asia-Afrika

Humas Kota Bandung

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung – Entah sudah berapa juta orang yang memiliki foto dengan latar belakang tulisan “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum” ? M.A.W Brouwer.

Ya, jika anda tengah berada di Jalan Asia-Afrika, dinding jembatan penyebarangan di dekat Bank Mandiri merupakan salah satu spot instagramable.

Tetapi tahukan anda siapa M.A.W Brouwer?

Berdasarkan penelusuran Humas Kota Bandung, M.A.W Brouwer yaitu
Martinus Antonius Weselinus Brouwer. Ia lahir di Delft Belanda pada 14 Mei 1923. Meski lahir di Belanda, ia menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia.

Ia merupakan seorang fenomenolog, psikolog, budayawan yang sangat dikenal karena kolom-kolomnya yang tajam, sarkastik dan humoris. Tulisannya sering muncul di berbagai media masa di Indonesia.

Terutama pada era tahun 70an sampai 80an. Dan salah satunya yaitu di koran Pikiran Rakyat.

Ia merupakan alumni Fakultas Paedagogi Universitas Indonesia pada tahun 1961. Setelah lulus, Brouwer menjadi guru di Sukabumi.

Ia juga menjadi pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran dan Universitas Parahyangan yang turut mewarnai pengembangan ilmu Psikologi di Indonesia.

Ia juga dikenal sebagai psikolog yng memiliki perhatian terhadap masalah keluarga. Hal itu terlihat dari sejumlah karyanya yang mengulas tentang keluarga.

Di antaranya, buku “Bapak, ibu, dengarlah!: Bunga rampai tulisan-tulisan tentang masalah-masalah keluarga” dan buku “Ayah dan putranya: sorotan psikologi fenomenologi”.

Tentu, ia memiliki perhatian yang besar terhadap tatar Pasundan. Ia menulis buku “Perjalanan spiritual: dari gumujeng Sunda, eksistensi Tuhan, sampai Siberia”.

Sayang, saat ia ingin memutuskan menetap dan menjadi warga negara Indonesia hal itu ditolak pemerintah. Hingga akhirnya Brouwer kembali ke negeri Belanda.

Ia meninggal pada 19 Agustus 1991 pada umur 68 tahun di Belanda. (bud)

Previous Post

Berjuang Kejar 8 Kali Juara MTQ Jabar

Next Post

Bandung, Balai Kota Kopi

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.