Berhentinya kompetisi Liga 1 hampir setahun ini berdampak hebat. Para pemain Persib Bandung bahkan mengalami kesulitan finansial.
Pelatih Robert Alberts mengatakan para pemainnya kehilangan motivasi selama menjalani latihan mandiri beberapa bulan terakhir.
“Banyak juga dari mereka mengalami masalah finansial,” ujar Robert.
Tak hanya pemain, menurutnya staf dan tim pelatih juga merasakan hal serupa. Ia pun menyebut klub dan seluruh elemen di dalamnya jadi korban dari kebijakan yang tak jelas.
“Seperti yang pernah saya katakan, kami adalah korban dari kebijakan pihak otoritas di Indonesia, pihak otoritas sepak bola,” sesal pria asal Belanda itu.
Robert mengatakan, pertemuan demi pertemuan yang dilakukan PSSI pun tak berujung solutif. Ujung-ujungnya, kompetisi tetap ‘digantung’ hingga kini. Padahal, di saat yang sama banyak yang menggantungkan hidup pada industri sepak bola.
“Saya rasa PSSI sudah cukup menggelar pertemuan sejauh ini, itu opini saya. Mereka hanya bertemu dan bertemu, tapi tidak ada kesimpulannya,” ucapnya.
“Kami masih tetap tidak bisa bermain sepak bola, kami masih tanpa gaji (penuh), dan kami masih tetap dalam situasi ragu mengenai masa depan, termasuk orang yang terlibat di sepak bola Indonesia seperti suporter,” jelas Robert.
Padahal, kata dia, Indonesia merupakan negara dengan suporter sepak bola terbanyak di Asia. Hal itu jadi ironi tersendiri.
Ia pun berharap benar-benar ada kejelasan soal kompetisi dan sepak bola Indonesia. Bahkan, ia kembali menegaskan agar Liga 1 2020 benar-benar dihentikan total dan beralih fokus mempersiapkan Liga 1 2021.
“Sekali lagi saya menekankan untuk berhenti memikirkan Liga 2020, hentikan sesuai aturan FIFA, dan fokus menatap musim 2021 supaya semua bisa kembali segar dan termotivasi lagi. Kami adalah salah satu liga terbaik di regional (Asia Tenggara), tapi saat ini kami satu-satunya negara yang tidak bermain sepak bola,” tandas Robert. (bud)





