close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home SERBA SERBI

Sudah Tahu? Bayi dan Anak Juga Bisa Jerawatan

Budiana
Sabtu, 9 Januari 2021 - 07:47:50
in SERBA SERBI
Sudah Tahu? Bayi dan Anak Juga Bisa Jerawatan

Ilustrasi bayi (Marcin Jozwiak/Pexels)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Jerawat selama ini kerap diidentikkan dengan remaja dan orang dewasa. Ya, faktanya, jerawat memang mayoritas dialami mereka. Namun, jerawat juga bisa dialami bayi dan anak-anak loh!

Dilansir di laman Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), setidaknya ada 20 persen bayi baru lahir mengalami jerawat. Masalah jerawat pada bayi dan anak ini harus dibedakan dari permasalahan kulit lainnya yang sering terjadi di masa awal kehidupan si kecil.

Pada bayi, jerawat biasanya berkembang ketika bayi baru lahir hingga usia sekitar dua minggu. Meski begitu, jerawat ini bisa timbul kapan saja dalam rentang usia hingga enam minggu pertama.

Biasanya, jerawat pada bayi akan hilang setelah berusia enam bulan hingga satu tahun. Namun, beberapa anak bisa memiliki jerawat lebih lama, bahkan hingga usia dewasa.

Jerawat pada bayi baru lahir biasanya muncul dalam bentuk komedo pada dahi, hidung, dan pipi. Beberapa juga ada yang berupa komedo terbuka, peradangan papula, dan pustula juga mungkin saja terjadi. Masalah jerawat neonatal (pada bayi baru lahir) dan infantile (pada anak-anak) ini lebih sering terjadi pada bayi laki-laki.

Penyebab
Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya jerawat pada bayi baru lahir, di antaranya peningkatan sekresi sebum, stimulasi kelenjar minyak yang distimulasi hormon androgen ibu, dan bertambahnya malassezia atau spesies jamur alami pada permukaan kulit.

Peningkatan sekresi minyak di masa neonatal terjadi akibat adanya peningkatan aktivitas kelenjar minyak. Setelah berusia enam bulan, minyak akan menurun seiring dengan berkurangnya hormon Ibu.

Baik androgen di masa kehamilan dan masa neonatal, sama-sama terlibat dalam stimulasi kelenjar minyak yang menyebabkan terjadinya jerawat pada bayi baru lahir. Kelenjar adrenal neonatal memproduksi dehidroepiandrosterone yang cukup tinggi yang menstimulasi kelenjar minyak hingga usia satu tahun. Setelah berusia satu tahun tingkat dehidroepiandrosterone akan menurun.

Hormon androgen memberikan stimulasi tambahan pada kelenjar minyak, itulah mengapa jerawat neonatal lebih sering terjadi pada bayi laki-laki. Jerawat neonatal bisa saja terjadi akibat respon peradangan terhadap spesies malassezia.

Perawatan Jerawat pada Bayi
Untuk jerawat neonatal, umumnya tidak memerlukan perawatan serius. Menurut American Academy of Dermatology, jerawat bayi cenderung akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Jika ingin melakukan perawatan, orangtua disarankan hanya menggunakan produk perawatan kulit bayi yang direkomendasikan dokter.

Sebagai langkah sederhanya, orang tua disarankan memperlakukan kulit bayi dengan lembut, membersihkan dengan air hangat, dan hindari penggunaan produk perawatan kulit yang berminyak.

Orangtua juga sebaiknya memotong kuku bayi secara berkala agar bayi tidak melukai jerawatnya saat menggaruk. Gunakan juga pakaian atau sarung bantal alas tidur yang lembut agar tidak terjadi gesekan pada kulit bayi.

Dokter kulit bisa saja merekomendasikan obat topikal (krim) untuk mengatasi jerawat neonatal dan infantil. Untuk jerawat yang lebih parah bisa saja dokter meresepkan obat minum (misalnya antibiotik). Namun untuk ini, bayi perlu diperiksa dengan teliti terlebih dahulu oleh dokter spesialis kulit. (bud)

Tags: anakbayijerawatkabar bandungkesehatanparentingperdoskiserba serbi
Previous Post

Ini 20 Kota/Kabupaten di Jabar Yang Terapkan PSBB

Next Post

Dianggap Jijik, Ini Fakta Unik Lendir Keong

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.