Jakarta – Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang diduga mengalami kecelakaan sudah berusia 26 tahun. Pesawat itu diketahui pertama kali mengudara 13 Mei 1994.
Kepala KNKT Soejarnto Tjahjono mengatakan saat ini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan apapun atas kecelakaan yang terjadi. Berbagai data masih dikumpulkan secara detail.
“Saat ini, kami KNKT dalam rangka investigasi, kami dalam fase pengumpulan informasi semuanya,” ujar Soejanto, Sabtu (9/1/2021) malam.
Rencananya, tim dari KNKT juga akan meninjau ke lokasi pada Minggu (10/1/2021). Tujuannya untuk memastikan peralatan apa saja yang diperlukan untuk investigasi.
“Yang paling utama, kami mengikuti (arahan Tim) SAR. Kalau SAR menyampaikan kami sudah bisa turun, kami akan turun. Kami selalu koordinasi dengan Basarnas dan tim lain di sana, kami juga berkoordinasi dengan BPPT untuk meminjam kalau diperlukan Kapal Baruna Jaya IV,” jelasnya.
Kapal Baruna Jaya IV sendiri kerap digunakan KNKT untuk melakukan investigasi kecelakaan pesawat di laut. Sebab, kapal tersebut punya alat memadai untuk melakukan survei bawah air. (bud)





