Ustaz Yusuf Mansur merasakan duka mendalam atas meninggalnya Syekh Ali Jaber. Sebab, sudah belasan tahun ia menjalin persahabatan dengan pria kelahiran Madinah tersebut.
Ia begitu ingat ketika pertama kali bertemu dengannya di kawasan Sunda Kelapa, Jakarta. Saat itu, ia dihampiri sosok gagah yang belakangan diketahui bernama Syekh Ali Jaber.
“Waktu ke Sunda Kelapa, tiba-tiba ada orang Arab tinggi-gede, ganteng gitu, nyapa saya ‘Ustaz Yusuf, ya?’. Habis (pertemuan) itu saya bersahabat,” ujar Yusuf dalam video di akun Instagram @yusufmansurnew, Kamis (14/1/2021).
Saat itu, Syekh Ali Jaber tak banyak dikenal publik di Indonesia. Namun, Yusuf kerap memperkenalkan almarhum kepada berbagai pihak, terutama ke stasiun televisi.
“Banyak kenangan ama Syekh Ali. Dari pertama ama saya di TV, saya bawa ke TV, saya jemput beliau pertama-tama, saya bawa ke TPI zaman dulu, ke MNC, dikenalin sama Indonesia ini loh orang Arab yang cinta Indonesia, ini loh orang alim yang cinta sama Indonesia, ini loh ahli Quran yang cinta sama Indonesia,” tutur Yusuf.
Karena hal itulah kemudian Syekh Ali Jaber bisa dikenal publik seperti sekarang. Hal itu juga ditopang oleh karisma, gaya bicara, serta cara dakwah yang mudah diterima publik, terutama umat muslim. Sehingga tak heran sosok almarhum begitu dicintai publik di Indonesia.
Yusuf juga menyebut meninggalnya Syekh Ali Jaber sebagai duka bagi Indonesia. Sebab, almarhum benar-benar sangat mencintai Indonesia. Ia bahkan rela mengubah kewarganegaraannya menjadi WNI.
“Kita kehilangan ahlul Quran, kita kehilangan pejuang Quran, kita kehilangan seorang dai yang ikhlas meninggalkan negaranya untuk Indonesia, mau pindah kewarganegaraan untuk dakwah di Indonesia,” katanya.
Sementara menjelang akhir usianya, Yusuf mengaku menerima kabar soal kondisi almarhum pada Rabu (13/1/2021). Saat itu, Syekh Ali Jaber dikabarkan kritis. Yusuf pun sempat bergerilya memohon doa kepada berbagai ustaz, kyai, pimpinan pondok pesantren, dan berbagai pihak lainnya di Indonesia. Namun, akhirnya takdir berkata lain, Syekh Ali Jaber meninggal dunia keesokan paginya. (bud)





