close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home SERBA SERBI

Daun Telinga Enggak Punya Fungsi, Siapa Bilang?

Budiana
Selasa, 19 Januari 2021 - 04:30:50
in SERBA SERBI
Daun Telinga Enggak Punya Fungsi, Siapa Bilang?

Ilustrasi telinga (Ivan Oboleninov/Pexels)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Daun telingan yang punya nama lain lobulus auriculae kerap dianggap sebagai anggota tubuh yang enggak ada fungsinya alias pajangan saja. Benarkah daun telinga tak punya fungsi apapun?

Dikutip dari laman klikdokter.com, anggapan daun telingan tak punya fungsi ternyata tidak benar. Daun telinga memiliki fungsi yang cukup berguna bagi tubuh. Apa saja fungsi dari daun telinga?

Mengenal Daun Telinga
Daun telinga letaknya ada di samping kepala dan terdiri dari tulang rawan dan kulit. Lalu, bagian lobus daun telinga ini terdiri daging, aliran darah yang cukup, serta banyak ujung saraf.

Secara umum ada dua jenis lobus atau daun telinga manusia, ada yang bebas dan ada yang menempel. Daun telinga bebas memiliki ciri menggantung di bawah telinga dan seakan terpisah dari kepala.

Sedangkan daun telinga menempel, ukurannya terbilang kecil dan tidak menggantung. Daun telinga yang menempel ini terlihat seperti menyatu dengan kepala atau leher bagian samping.

Dilansir dari News Medical Net, faktor yang menentukan bentuk daun telinga manusia adalah genetik. Misalnya saja, bentuk daun telinga bebas disebabkan karena pengaruh alel dominan dari orangtua.

Apabila genetik orangtua bisa ditunjukkan dengan alel dominan, anak tersebut bisa memiliki daun telinga bebas. Namun, bila kromosom orang tua tidak memiliki alel dominan, anak tersebut bisa lahir dengan daun telinga yang menempel.

Lalu, apa fungsi dari daun telinga?
1. Menjaga Telinga Tetap Hangat
Seperti yang telah disinggung di atas, daun telinga memiliki pasokan darah cukup banyak. Pasokan darah yang cukup dapat menjaga telinga bagian dalam tetap hangat ketika Anda berada di suhu dingin.

2. Mengarahkan dan Menangkap Gelombang Suara
Menurut dr. Devia Irine Putri, daun telinga punya fungsi untuk membantu meneruskan dan mengarahkan gelombang suara ke dalam telinga.

Dilansir dari laman John Hopkins Medicine, daun telinga bertugas mengumpulkan gelombang suara dan mengarahkan ke saluran telinga bagian dalam (meatus auditorius), yakni tempat suara diperkuat.

Gelombang suara akan bergerak menuju gendang telinga hingga bergetar. Getaran gendang telinga akan mengirimkan sinyal ke saraf pendengaran lalu diterjemahkan otak sebagai suara atau bunyi.

3. Area Rangsangan Seksual
Masih banyak yang belum tahu bahwa daun telinga dapat menjadi titik rangsangan seksual tubuh. Kulit di bagian daun telinga umumnya sangat tipis. Selain itu, terdapat banyak ujung saraf di bagian luar telinga.

Cobalah untuk mencium, meraba, atau menggigit lembut bagian belakang telinga pasangan Anda. Nantinya, pasangan Anda akan merasakan sensasi atau rangsangan yang nikmat.

Beberapa Penyakit yang Menyerang Daun Telinga
Jangan salah, daun telinga juga bisa mengalami gangguan kesehatan. Berikut di antaranya:
– Mikrotia, yaitu kelainan genetik ini menyebabkan daun telinga kecil atau menutup.
– Perikondritis adalah infeksi yang menyerang jaringan di sekitar tulang rawan telinga bagian luar.
– Othematoma merupakan gangguan yang ditandai dengan kumpulan darah di daun telinga.
– Pseudokista, benjolan di daun telinga yang disebabkan oleh penumpukan cairan.
– Cedera juga bisa dialami oleh daun telinga. Misalnya saja, cedera atau infeksi daun telinga terjadi akibat digigit oleh hewan atau serangga. Cedera daun telinga juga sering disebabkan oleh tindikan yang tersangkut sampai merobek daun telinga.
– Tumbuhnya kulit ekstra di daun telinga. Ini bukan kutil, ya. Kulit ekstra atau skin tag juga bukanlah masalah kesehatan yang serius. Bahkan, tidak perlu dihilangkan jika tidak mengganggu fungsi telinga.

Beberapa kondisi di atas tidak boleh diabaikan begitu saja. Ada yang membutuhkan tindakan medis khusus agar fungsi telinga berjalan baik.

“Sebaiknya dipastikan dulu penyebabnya apa, kalau memang terbukti ada infeksi atau peradangan bisa diberikan obat-obatan seperti antibiotik dan antinyeri,” kata dr. Devia Irine.

Dokter Devia turut menjelaskan, pada beberapa kasus bisa dilakukan tindakan seperti aspirasi atau insisi drainase. Tindakan tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan seperti darah atau nanah agar infeksi di telinga tidak menyebar.

“Sedangkan pada kasus seperti mikrotia, bisa dilakukan operasi pembentukan daun telinga dan pemberian alat bantu dengar,” ujarnya. (bud)

Tags: kesehatanpenyakitserba serbitelinga
Previous Post

Kabar Duka! Ibunda Supardi Nasir Wafat

Next Post

Soal Transfer Pemain, Ini Kata Robert

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.