close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Minggu, 19 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR NUSANTARA

Ini Penyebab dan Solusi Kenaikan Harga Daging Sapi

Dery F.G
Minggu, 24 Januari 2021 - 12:00:12
in KABAR NUSANTARA
Ini Penyebab dan Solusi Kenaikan Harga Daging Sapi

(foto: net)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Selama beberapa hari terakhir, pemberitaan nasional dihangatkan dengan isu naiknya harga daging sapi yang signifikan. Polemik harga daging sapi yang meroket itu, turut menjadi perhatian Ekonom IPB University, Dr Sahara. Ia mengungkapkan kenaikan lonjakan harga daging sapi dikarenakan ketergantungan Indonesia terhadap daging sapi impor sangat tinggi. Sehingga perubahan harga yang terjadi di negara-negara produsen sapi di tingkat dunia akan berdampak terhadap harga daging sapi di Indonesia.

?Seperti yang diketahui bahwa wabah COVID-19 menyebabkan guncangan, baik pada sisi supply maupun demand pada semua komoditas termasuk daging sapi. Dari sisi supply, situasi pandemi dan kondisi cuaca menyebabkan terganggunya produksi, distribusi dan pengolahan komoditas sapi, terutama di negara-negara produsen sapi dunia,? ujar Ketua Departemen Ilmu Ekonomi IPB University ini.

Ia mencontohkan, di Australia, produksi daging sapi mengalami penurunan karena kekeringan panjang pada tahun 2019. Hal tersebut memicu kenaikan harga. Pada 2020, peternak-peternak di Australia melakukan restocking sehingga mereka mengurangi penjualan sapi.?

Di negara lain, Amerika Serikat misalnya, restriksi karena COVID-19 juga berdampak pada produksi dan processor, termasuk tempat-tempat pemotongan di negara-negara produsen utama tersebut. Sapi-sapi hidup banyak mengalami penumpukan di tempat pemotongan karena rumah pemotongan kekurangan tenaga kerja akibat dampak pandemi.?

?Guncangan supply dan kondisi cuaca tersebut yang menjadi penyebab kenaikan harga daging sapi di negara-negara produsen sapi dan trend kenaikan harga tersebut semakin terasa di akhir tahun 2020 dan berlangsung hingga sekarang,? ungkapnya.

Dr Sahara kemudian melakukan analisis terhadap data harian harga daging sapi di Indonesia. Hasilnya, kenaikan harga daging sapi masih akan berlangsung. Terlebih, ia ungkapkan, saat ini terjadi kenaikan permintaan terhadap live cattle (sapi hidup) dari negara lain seperti di Vietnam dan China.?

?Di China sendiri wabah COVID-19 menyebabkan turunnya produksi daging babi sehingga mereka beralih ke daging sapi dan meningkatkan permintaan China terhadap daging sapi. Jadi importir Indonesia harus bersaing untuk mendapatkan daging sapi dari Australia dan negara-negara produsen sapi lainnya,? terangnya.

Faktor lainnya, lanjut Dr Sahara, penguatan dolar Australia terhadap rupiah juga berpengaruh terhadap kenaikan harga daging sapi di Indonesia. Seperti yang diketahui, impor sapi Indonesia dari Australia sangat besar, sehingga fluktuasi exchange rate tersebut berpengaruh terhadap harga daging sapi di Indonesia.?

?Namun demikian, saya membaca bahwa akan adanya kenaikan produksi di Amerika Serikat dan Australia. Karena kondisi cuaca sudah mulai bagus di tahun ini memberikan harapan terhadap penurunan harga sapi di tingkat dunia,? ujarnya.

Dr Sahara lantas menyarankan perlunya upaya peningkatan produksi daging sapi dalam negeri dalam jangka panjang. Salah satunya dengan cara meningkatkan skala usaha peternak sapi lokal. Ia menyadari, untuk memenuhi kebutuhan sapi 100 persen dari dalam negeri sangat sulit, tetapi setidaknya melalui upaya peningkatan produksi tersebut maka ketergantungan Indonesia terhadap sapi impor bisa dikurangi.

?Seperti yang kita ketahui produksi sapi di dalam negeri didominasi oleh peternak skala kecil. Padahal untuk peternakan sapi agar efisien, diperlukan bisnis skala besar. Maka salah satu upaya dari sekian banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah terkait peningkatan produksi daging sapi adalah dengan meningkatkan skala usaha,? tuturnya.?

Namun demikian, ia menekankan bahwa bisnis sapi skala besar yang dikembangkan di Indonesia bukan berarti memindahkan bisnisnya dari peternak ke konglomerat. Akan tetapi, kata Dr Sahara, skala pengelolaan bisnisnya-lah yang diperbesar. Hal itu dilakukan dengan mengubah dari pemeliharaan ternak secara individu menjadi kelompok besar dengan menggunakan format koperasi dan food estate.

?Melalui peningkatan skala usaha tersebut maka para peternak yang terlibat dapat meningkatkan posisi tawarnya dalam pembelian input terutama pakan dan juga meningkatkan posisi tawar peternak dalam memasarkan ternaknya,? tutupnya.

Tags: dosen IPB UniversityekonomKata kunci: Harga Daging SapiSahara
Previous Post

Puncak Bogor Dilanda Banjir Bandang, Ini Penjelasan Pakar IPB

Next Post

Kota Bandung Masuk 10 Besar Rencan Aksi Pencegahan Korupsi

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.