close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

75 Persen Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Kota Bandung Telah Penuh

Okan
Rabu, 27 Januari 2021 - 09:00:20
in KABAR KOTA
75 Persen Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Kota Bandung Telah Penuh
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanegara terhitung pada Senin (25/1/2021), jumlah keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bandung telah mencapai 75.03 persen.

Oleh karena itu beberapa upaya dilakukan oleh Pemkot Bandung demi mengantisipasi apabila lonjakan terjadi mengingat setiap harinya jumlah pasien positif COVID-19 terus bertambah.

“Persentase 75.03 persen ini bukan diartikan bahwa terjadi penurunan jumlah kasus pasien terkonfirmasi di Kota Bandung, melainkan RS rujukan ini yang menambah kapasitasnya untuk layanan Covid-19,” katanya.

Ahyani mengatakan, setiap RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung sudah memiliki skenario untuk dapat mengetahui jika terjadi penambahan kasus.

Skenario ini memungkinkan pihak RS dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan fasilitas yang harus ditambahkan untuk dapat tetap melayani pasien covid 19.

“Komitmen setiap RS rujukan untuk terus dapat berupaya menambah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam melayani pelayanan pasien Covid-19 di Kota Bandung sudah cukup bagus.”

“Tetapi perlu diingat, RS rujukan di Kota Bandung tidak hanya melayani kasus di dalam Kota Bandung saja namun melayani wilayah cakupan Bandung Raya,” jelas Ahyani.

Untuk saat ini, Ahyani menjelaskan, Dinkes Kota Bandung terus berupaya agar tidak semua pasien terkonfirmasi Covid-19 harus masuk ke RS rujukan.

Oleh karena itu pihaknya bekerja sama dengan Satgas dan Forkopimda terus menyiapkan penambahan ruang ruang isolasi mandiri bagi pasien pasien yang tanpa gejala (OTG) atau pasien pasien dengan gejala yang ringan dan sedang agar dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang lain.

“Kami berharap juga dari sektor kewilayahan dapat membuat tempat tempat isolasi sesuai dengan kapasitas dan potensi yang ada di masing masing Wilayahnya. Hal ini kita upayakan untuk dapat mengurangi beban pelayanan pasien Covid-19 di RS. Sehingga dapat memprioritaskan pasien Covid-19 yang memiliki gejala yang berat,” katanya.

Tags: covid-19pemkot bandung
Previous Post

Venue Piala Dunia 2026 Bakal Segera Diumumkan

Next Post

Menikmati Suasana Kampung Blekok Rancabayawak Gedebage Kota Bandung

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.