Perayaan Imlek alias Tahun Baru China di Indonesia akan berbeda tahun ini karena berada di tengah pandemi COVID-19. Ini akan jadi pengalaman pertama bagi warga keturunan Tionghoa.
Di Vihara Dharma Ramsi yang ada di kawasan Cibadak, Kota Bandung, misalnya, akan berbeda saat perayaan Imlek tahun ini. Jika biasanya di sana ramai saat Imlek, tahun ini justru sebaliknya.
Pengawas Vihara Dharma Ramsi Johan Gunadi mengatakan umat tidak diperbolehkan datang ke lokasi untuk beribadah saat malam pergantian tahun baru China atau H-1 Imlek. Mereka diimbau untuk beribadah di tempat masing-masing.
“Intinya kita enggak ngadain ibadah (untuk umum) karena akan menghadirkan kerumunan,” kata Johan.
Hal itu sudah diinformasikan pengurus vihara kepada umat yang selama ini kerap beribadah di sana. Sehingga, diharapkan mereka tak memaksakan diri datang ke vihara saat pelaksanaan ibadah jelang pergantian tahun.
Meski begitu, kegiatan ibadah sebenarnya akan tetap ada, terutama saat malam pergantian tahun. Hanya saja, itu berlaku untuk pengurus vihara, bukan untuk umum.
“Kalau sembahyang mah tetap ada, tapi kita enggak ngundang umat. Jadi hanya internal saja,” ujar Johan.
Khusus untuk lilin, pada malam pergantian tahun juga akan tetap dinyalakan. Jika biasanya lilin di sana dinyalakan oleh masing-masing pemiliknya, kali ini lilin dinyalakan pengurus vihara.
Namun, Imlek diharapkan tetap berlangsung khidmat meski dalam suasana berbeda. Johan pun memaklumi jika saat ini sedang pandemi COVID-19. Sehingga, tidak menggelar ibadah di vihara dianggap hal wajar demi mencegah penyebaran COVID-19.
Sementara selain Vihara Dharma Ramsi, vihara dan kelenteng lain juga akan memberlakukan hal serupa.





