Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meawarkan pemanfaatan layanan kargo di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Pengajuan kerjasama ini dikirimkan ke Menteri Perhubungan dengan salah satunya tembusan ke Gubernur Jawa Tengah dengan surat bernomor 323/Hub.o4.07/Rek tertanggal 20 Januari 2021.
Selain itu Gubernur Ridwan Kamil juga merilis surat edaran nomer 10/HUB.04.07/Asda Ekbang yang ditujukan pada para pelaku usaha bisnis logistik dengan isi surat yang senada dengan surat pada Menhub.
Di dalam surat tersebut Gubernur Jabar meminta dukungan dari Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Tengah agar para pelaku usaha kargo domestik dan ekspor/impor memanfaatkan pelayanan penerbangan melalui Bandara Kertajati, di Kabupaten Majalengka.
Pada surat tersebut dijelaskan pemanfaatan layanan kargo Bandara Kertajati dilandasi perlunya mengoptimalkan potensi ekspor dan impor Jawa Barat dalam rangka pemulihan dan transformasi ekonomi.
Sepanjang tahun 2019 tercatat ekspor dari wilayah Jawa Barat mencapai 29,93 miliar dolar Amerika Serikat dan impor yang masuk mencapai 11,04 miliar dolar Amerika Serikat.
Selain itu, pelaku usaha dinilai tepat memanfaatkan layanan kargo di Kertajati karena memiliki kapasitas yang optimal dengan terminal kargo seluas 4800 meter persegi dan kapasitas kargo mencapai 37000 ton/tahun.
Sejumlah keunggulan layanan kargo di Kertajati menurut Pemprov Jabar antara lain tengah tingginya permintaan atas pengiriman kargo (terutama General Cargo/e-Commerce), pengiriman barang dari Bandara Internasional Kertajati memiliki keunggulan dari segi jarak dan waktu yang lebih pasti, Biaya Surat Muatan Udara(SMU), jasa gudang pemeriksaan regulated agent (RA)yang lebih murah.
Kemudian pelayanan gudang diklaim lebih cepat karena tidak adanya antrian incoming dan outgoing. Selain dimungkinkan untuk dilakukan peningkatan dan pengembangan frekuensi serta rute penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Kertajati.





