close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home SERBA SERBI

Bumi Sakit Kronis, Pakar IPB: Sembuhkan dengan Prinsip Ekosofi

Dery F.G
Sabtu, 6 Februari 2021 - 14:00:21
in SERBA SERBI
Bumi Sakit Kronis, Pakar IPB: Sembuhkan dengan Prinsip Ekosofi

Ilustrasi (foto: net)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Guru Besar IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan), Prof Dr Hadi S Alikodra menyampaikan bahwa kondisi bumi saat ini sedang sakit kronis.

Hal ini terbukti dengan banyaknya bencana alam yang terjadi. Tidak hanya di dalam negeri namun juga terjadi di seluruh dunia. Untuk itu, dibutuhkan upaya umat untuk membumikan Ekosofi atau Ecologycal Philosophy, sebuah Era Baru Konservasi. Hal tersebut ia ucapkan dalam acara Webinar 11 th Fahutan Talks Series, belum lama ini.

Dalam webinar ini, Prof Alikodra membedah buku karyanya yang berjudul Era Baru Konservasi yang salah satunya berisi tentang Ekosofi. Prinsip Ekosofi merupakan filosofi keseimbangan yang bijak berlandaskan kesatuan utuh tiga dimensi. Yaitu intelektual, spiritual, dan emosional.?

?Grand strategi agama, diturunkan menjadi etika ekosofi sebagai gerakan menyelamatkaan bumi beserta isinya,? ujarnya.

Prof Alikodra berharap Ekosofi ini menjadi mata ajaran wajib di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyampaikan beberapa hal menarik terkait Ekosofi. “Agama-agama di dunia sudah berbicara tentang ekologi, sebuah kerangka etik interaksi dengan alam. Hanya saja persoalannya selama ini adalah eksistensi kita selalu dikaitkan pada dua hal. Yaitu hubungan manusia dengan manusia (hablum minanas) dan hubungan manusia dengan Allah (hablum minAllah). Kita seringkali melupakan hubungan manusia dengan alam (hablum minal alam). Hubungan dengan alam ini jarang kita ungkap. Oleh karena itu relasi dominasi manusia atas alam, berujung kerusakan alam,? ucapnya.

Buku Era Baru Konservasi karya Prof Alikodra ini menjadi penting agar Ekosofi masuk dalam kerangka yang membumi, tambah Rektor.

Dalam pengelolaan sumberdaya alam, Prof Arif menyebutkan ada tiga pilar yang harus digunakan. Yaitu pilar normatif, pandangan tentang dunia atau world view dan kognitif atau pilar ilmu.

?Dalam pilar normatif ini siapa yang mengisi. Yakni siapa yang dominan maka akan berdampak ke pilar regulatif, wujud dari world view. Apabila Ekosofi ini sudah menjadi world view atau paradigma, maka kebijakan-kebijakan pun akan diisi oleh kebijakan pro lingkungan dan yang ke tiga adalah pilar kognitif atau pilar ilmu. Sehingga diperlukan reideologi atas alam. Etika tidak hanya berlaku untuk manusia tapi juga etika berlaku untuk alam,? tambahnya

Lebih lanjut ia menyampaikan semua agama menggali nilai-nilai dasar kerangka etik. Perlu dorongan agar khutbah pemuka agama bisa bicara tentang perubahan iklim dan kaitannya hubungan manusia dengan alam. Selain itu juga diperlukan reorientasi policy, kebijakan-kebijakan yang menghijaukan serta ilmu-ilmu tentang green sains.

Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Wiratno, dalam tanggapannya menyampaikan buku ini mencakup hampir semua aspek analisis. Mulai dari satwa liar, pembangunan berkelanjutan, konflik pembangunan, sumberdaya alam, etika dan moral lingkungan, Ekosofi, kehidupan berkelanjutan dan sebagainya.?

Turut serta memberikan tanggapan terhadap buku Era Baru Konservasi adalah Sarwono Kusumaadmadja (Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia), Aca Sugandi (Anggota Dewan Pertimbangan Kalpataru), Dr Nyoto Santoso (Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, IPB University).

Tags: AlikodraEkosofiFakultas Kehutanan dan LingkunganIPB UniversityKonservasi
Previous Post

Bantu Atasi Stunting, IPB Ciptakan Aplikasi Cek Status Gizi Online

Next Post

Ini Empat Program Pengendalian Anemia pada Remaja di Indonesia

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.