close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home SERBA SERBI

Defisit Ekologi Indonesia Capai 42 Persen

Dery F.G
Selasa, 9 Februari 2021 - 16:00:52
in SERBA SERBI
Bumi Sakit Kronis, Pakar IPB: Sembuhkan dengan Prinsip Ekosofi

Ilustrasi (foto: net)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Praktik pembangunan ekonomi di Indonesia seringkali tidak selaras dengan kelestarian sumberdaya alam. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan ekologi.? Berdasar data Global Footprint Network tahun 2020, Indonesia mengalami defisit ekologi sebanyak 42 persen. Artinya konsumsi terhadap sumberdaya lebih tinggi daripada yang saat ini tersedia. Hal ini akan menyebabkan daya dukung alam terus berkurang.?

Kebijakan pembangunan ekonomi di Indonesia masih belum memperhatikan modal alam secara serius. Guru Besar IPB University dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Prof Dr Akhmad Fauzi menyebutkan index modal alam Indonesia masih rendah yaitu di urutan 86. Padahal negara tropis umumnya ada di peringkat sepuluh besar urutan index modal alam. Terdapat kerusakan yang cukup masif pada alam di Indonesia.?

?Kerusakan alam ini misalnya disebabkan oleh alih fungsi lahan. Laju pencemaran lingkungan khususnya air juga tinggi. Selain itu keberagaman alam juga sudah semakin berkurang. Hal ini membuat perekonomian nasional kita melemah. Mengabaikan modal alam berakibat memperbesar angka ketimpangan ekonomi,? ungkap Prof Akhmad saat menjadi narasumber diskusi yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, belum lama ini.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari kelestarian lingkungan. Selain itu, kearifan lokal yang ada di masyarakat juga harus diperhatikan dengan baik. Biasanya pembangunan yang menyertakan kearifan lokal masyarakat akan selaras dengan kelestarian lingkungan. Sehingga penting bagi Indonesia untuk melakukan upaya dalam memperbaiki paradigma pembangunan ke arah yang lebih berkelanjutan.

Lebih lanjut Prof Akhmad menegaskan perlu reorientasi pengelolaan modal dalam pembangunan wilayah di Indonesia. Strategi pertama adalah dengan mengembangkan faktor untuk meningkatkan kompleksitas produktivitas sumberdaya untuk meningkatkan nilai tambah sebuah produk. Selanjutnya adalah memanfaatkan sumberdaya dengan kearifan lokal yang ada di masyarakat.?

?Ekstraksi sumberdaya alam sering menimbulkan fenomena hysterisis. Yaitu dampaknya yang berlangsung lama meski penyebabnya sudah diatasi. Misalnya dampak akibat penggundulan hutan. Strateginya adalah menggunakan pengetahuan lama untuk melakukan sebuah terobosan baru. Membangkitkan ekonomi daerah lewat sumberdaya lokal, membangkitkan perekonomian daerah,? tambah Prof. Akhmad.

Terakhir, harga sumberdaya alam di pasar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya yang di alam. Penting untuk memahami biaya yang harus dibayar oleh generasi selanjutnya akibat kerusakan dari alam. Ekstraksi sumberdaya alam bukan hanya untuk satu generasi saja. Tata kelola modal alam harus terus diperbaiki untuk kesejahteraan generasi saat ini dan mendatang.

Tags: defisit ekologiFEMGuru Besar IPB Universitypembangunan ekonomi
Previous Post

Ganja 450 Ton Dikemas Seperti Lemang Nyaris Beredar di Bogor

Next Post

Mahasiswa IPB Gagas Resilient Ecotone untuk Keberlanjutan Hutan

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.