Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksa tidak ada kenaikan jumlah kendaraan yang signifikan selama libur imlek.
Sejauh ini hanya terjadi kenaikan hingga 10 persen dalam arus mudik terutama kendaraan yang mengarah ke Jawa Tengah dan Timur.
Aturan yang diberlakukan pemerintah yaitu larangan bepergian bagi ASN, TNI dan Polri serta pegawai BUMN memberikan pengaruh yang besar.
Selain itu, pandemi COVID-19 yang belum berakhir juga membuat masyarakat lebih memilih berada di rumah pada libur Imlek kali ini.
“Jadi ini karena sangat efektif sosialisasi dari surat edaran Gugus Tugas tentang larangan bepergian jauh di libur panjang ini untuk ASN, TNI-Polri, BUMN maupun imbauan kepada karyawan swasta karena masih dalam situasi pandemi dan karena ada perpanjangan PPKM. Ini supaya COVID-19 benar-benar terkendali,” katanya.
Rudi menjelaskana cuaca ekstrem di beberapa wilayah juga membuat masyarakat enggan bepergian. Salah satunya banjir di Pantura dan amblasnya jalan di KM 122 Tol Cipali akibat tanah bergerak lantaran curah hujan yang tinggi.
“Suasana yang masih pandemi, kemudian juga masyarakat memantau bahwa di musim cuaca ekstrim ini ada kerusakan di KM 122 Tol Cipali. Kemudian di jalur-jalur Pantura ada banjir, Semarang, Subang, di Pantura banyak yang banjir. Jadi masyarakat merasa kalau tidak penting-penting amat ngapain harus pergi,? tutur Rudi.
Meski demikian, Rudi memastikan jajaran polantas sebagaimana instruksi Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono telah menyiapkan sejumlah skenario bila terjadi kepadatan kendaraan di titik-titik yang rawan macet, salah satunya dengan menerapkan contraflow. (antara)





