Luizinho Passos menjadi sosok pelatih kiper asing kedua bagi I Made Wirawan. Penjaga gawang asal Bali ini juga merasakan banyak hal baru dalam metode pelatihan yang diberikan sang pelatih.
Kiper asal Bali ini mengaku, selama karier sepakbola, Passos menjadi pelatih yang paling keras di lapangan. Selain fisik, mentalnya pun dikuras saat berlatih.
“Coach Passos yang kedua. Pertama adalah waktu timnas dan kalau klub pertama sama pelatih kiper asing. Banyak hal baru, terutama dalam metode melatih,” kata kiper bernomor punggung 78 ini.
Namun, metode yang keras dan baru bagi Made adalah sebuah hal positif. Sebab, secara fisik ia merasa meningkat, meskipun usianya terus bertambah.
“Dulu kalau program lari itu terasa sangat berat. Tapi sekarang, lebih ringan. Itu satu hal positif, banyak hal lainnya,” ungkapnya.





