close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Warga Tamansari tak Sabar Tempati Rumah Deret

Dery F.G
Sabtu, 13 Februari 2021 - 15:00:29
in KABAR KOTA
Warga Tamansari tak Sabar Tempati Rumah Deret

Pembangunan rumah deret di Tamansari, Kota Bandung. (foto: ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Warga RW 11 Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, sudah tidak sabar menanti realisasi rumah deret. Mereka kerap berinisiatif membantu proses pembangunan, seperti mengadakan kerja bakti dan pemasangan pagar.

Diketahui, dari 197 Kepala Keluarga (KK) warga RW 11 Tamansari, 98 persen masyarakat telah setuju dengan program rumah deret. Sebanyak 189 KK sudah menuntaskan proses administrasi dan tujuh KK lainnya masih dalam proses.

?Ini adalah merupakan murni partisipasi kami sebagai warga RW 11 dengan harapan kegiatan itu setidaknya bisa menjadi suatu harapan mempercepat proyek pembangunan Rumah Deret Tamansari,? kata Yoyo Suharyo, warga RW 11 Tamansari.

Yoyo mengatakan, warga RW 11 Tamansari turun untuk bergotong royong membersihkan puing-puing di sekitar area pembangunan rumah deret. Khususnya di lokasi bekas rumah warga yang sudah ikut program rumah deret.

Selain pembersihan puing-puing, Yoyo bersama warga lainnya melakukan pemagaran agar pengerjaan bisa terfokus di area bekas lahan warga yang ikut program rumah deret.

?Kami membersihkan semua berangkal yang sekiranya bisa menghalangi proses pematangan lahan. Kemudian kita pemasangan pagar supaya pengerjaan berjalan total, lahan yang notabene warganya sudah menempuh proses administrasi tapi dikuasi dipasang bendera-bendera, kita tidak menyentuh lahan mereka yang belum mengurus administrasi,? katanya.

Yoyo mengakui, kegiatan warga sempat terhenti karena diprovokasi sekelompok orang.

?Saat melakukan kegiatan kerja bakti awalnya mendapat perlakuan provokasi dalam bentuk ucapan kasar ataupun tidak senonoh dan sikap yang sifatnya memicu bentrokan. Namun kami mencoba terus melakukan persuasif pendekatan baik baik sambil kegiatan kerja bakti,? ujar dia.

Yoyo mengungkapkan, warga RW 11 Tamansari pun mencoba untuk menetralisir suasana dengan mengarahkan agar selain warga RW 11 diharapkan tidak berada di sekitar lokasi. Kala itu, warga RT 5 RW 11 Tamansari, Agus Gunawan mencoba untuk menanyakan sejumlah orang yang disinyalir bukan warga RW 11 Tamansari.

Saat Agus menanyakan kepada seseorang, lanjut dia, orang tersebut mengklaim sebagai sosok petugas yang berada di lokasi bekas lahan warga yang belum ikut program rumah deret. Jawaban tegas orang tersebut, diikuti tendangan yang tepat mengenai kelamin Agus.

?Salah seorang yang bukan warga RW 11 pada saat ditanya baik-baik bahwa yang bukan warga RW 11 untuk diarahkan di luar, kemudian sepontan dia menjawab bahwa dia petugas di situ dan menendang ke arah kemaluan dari depan, jadi itu awalnya,? jelasnya.

Yoyo memaparkan, kejadian tersebut yang memancing reaksi warga RW 11 Tamansari. Tak terkecuali para ibu-ibu yang bergabung dalam pembersihan puing-puing dan pemasangan pagar.

Aksi saling dorong pun diakuinya tidak dapat terhindarkan lagi. Walhasil mengakibatkan salah seorang perempuan yang belakangan diketahui bernama Devi terjatuh dan mengalami luka di bagian kepala.

?Di situ kemudian ada insiden, dan dipelintir ada warga yang menjambak saudari Devi kemudian dibenturkan ke tembok, padahal waktu dorong mendorong saudari Devi terjerembap jatuh ke belakang sehingga kemungkinan kepalanya terbentur,? ucapnya.

Yoyo menyesalkan dalam sejumlah tulisan di berbagai media menyebutkan warga RW 11 Tamansari membekali dirinya dengan senjata tajam, kemudian menggerakan preman untuk dalam kegiatan tersebut.

?Dalam kegiatan itu tidak ada satupun warga yang membawa benda tajam, tidak ada yang bawa parang. Dalam kegiatan itu kami tidak ada bawa preman, yang memasang pagar itu merupakan bagian dari warga yang diperbantukan jadi security proyek pembangunan. Itu bukan preman, itu orang yang dipekerjakan jadi security proyek pembangunan dan itu juga warga RW 11,? tandas dia.

Tags: kota bandungRumah deretTamansari
Previous Post

Polisi Identifikasi Konvoi Moge yang Langgar Ganjil Genap

Next Post

Denda Bagi Pelanggar Ganjil Genap Mulai Diberlakukan

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.