Pemerintah mencatat total kerugian akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu diperkirakan mencapai Rp7,8 miliar.
Bencana banjir di Kabupaten Subang melanda 21 kecamatan dan lebih dari 38 ribu orang mengungsi karena rumahnya terendam.
Banjir juga merendam ruas jalan, areal sawah, sarana publik, sarana ibadah, dan lain-lain.
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengatakan pemerintah mulai melakukan upaya penanganan pascabanjir menyusul banyaknya fasilitas umum yang rusak.
Dalam rapat terbatas dibahas penanganan di bidang ekonomi. Oleh karena itu diperlukan bantuan modal, pupuk, benih, pakan, serta modal usaha lainnya untuk para pembudidaya ikan atau petani.
Selain itu, pascabanjir perlu dilakukan perbaikan jalan, karena cukup banyak jalan rusak setelah terendam banjir.
Ia juga menyampaikan untuk penanganan jangka panjang akan dilakukan perbaikan tanggul dan saluran air, serta percepatan pembangunan Bendungan Sadawarna dan Cipunagara.





