Kerja keras Tim SAR Gabungan dalam upaya pencarian Fakhry Rahmadiza akhirnya berbuah hasil. Korban yang hanyut terbawa arus Pantai Cikaso Garut itu ditemukan. Namun, korban sudah meninggal dunia.
Korban ditemukan pada pukul 13.10 WIB. Jarak penemuan korban dengan lokasi terakhir saat hanyut berjarak sekitar 26 kilometer.
Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Santolo dengan jarak dari lokasi penemuan korban sejauh kurang lebih 9 kilometee. Sesampainya di Pelabuhan Santolo, pukul 13.55 WIB, korban dievakuasi ke Puskesmas Cikelet menggunakan ambulans.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung Supriono mengatakan sebelumnya pada pukul 10.20 WIB tim menerima informasi dari nelayan bahwa pukul 10.00 WIB nelayan setempat menemukan jasad yang diduga korban yang sedang dalam pencarian Tim SAR Gabungan di Perairan Sayang Heulang.
“Tim kemudian berangkat menuju lokasi diduga informasi penemuan korban untuk memastikan bahwa jasad tersebut adalah korban yang sedang dicari,” kata Supriono.
Pukul 11.53 WIB, tim tiba di lokasi infomasi penemuan korban, yakni di Perairan Sayang Heulang. Namun, posisi korban sudah bergeser. Sehingga, tim melakukan pencarian kembali dan akhirnya jenazah bisa ditemukan pada pukul 13.10 WIB.
Dengan telah ditemukannya korban maka pukul 14.30 WIB dilakukan debriefing dan penutupan operasi pencarian dan pertolongan. Unsur SAR yang terlibat kembali ke kesatuan masin-masing.
Fakhry sendiri diketahui merupakan pria 22 tahun warga Komplek Kampung Padi RT 07 RW 03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Saat peristiwa terjadi, Fakhry sedang bersama empat temannya. Namun, empat temannya berhasil selamat.
Sementara itu, personil SAR yang terlibat dalam pencarian mencapai 100 orang, yaitu Basarnas Bandung, Koramil Bungbulang, Pos AL, Pol Air Santolo, Polsek Kec. Bungbulang, Pol PP, Puskesmas Bungbulang, FKP3D, Rabana Garut, Kelana, Bala Wisata, Nelayan, Trabas dan Sada Gori.





