close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Dari Sampah, Pria ini Buat Moge dan Vespa

Okan
Jumat, 26 Februari 2021 - 11:30:34
in HEADLINE, KABAR KOTA
Dari Sampah, Pria ini Buat Moge dan Vespa
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengurangi sampah dengan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan) hingga membentuk Satuan Tugas Kang Pisman guna memasifkan gerakan tersebut.

Masyarakat juga telah melaksanakan Kang Pisman. Terlihat dari jumlah nasabah bank sampah yang terus bertambah serta metode pengolahan sampah organik yang mulai terlihat hasilnya di Kewilayahan.

Seperti yang dilakukan Ade Syaripudin, warga Jalan Sasak Gantung, Nitipraja, Gang Ratna RT 01 RW 05 No. 127/18C, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung.

Ia memanfaatkan sampah anorganik berupa kaleng minuman, tutup botol, plastik bekas, bahkan komponen elektronik seperti motherboard komputer, handphone, radio menjadi sebuah karya seni berbentuk miniatur vespa, motor gede, robot, hingga perahu.

Dengan bakat seni yang ada sejak kecil, pria yang umurnya hampir 70 tahun berhasil menyulap sampah di sekitar rumahnya menjadi karya seni yang luar biasa.

Di depan rumah sederhananya, Ade memajang miniatur Vespa dengan bandrol harga Rp15.000 saja.

Namun ia mengaku masih malu jika harus memajang semua karyanya, terutama dalam mematok harga jika ada yang berminat membeli.

“Awal bikin ini (miniatur) dari dorongan anak-anak. Karena sejak kecil juga paling hobi seni, seperti gambar, lukis, bikin kerajinan,” katanya.

“Bikin miniatur seperti ini sudah lama sebetulnya, tapi baru saya keluarin di tahun ini, yang dipajang miniatur vespa dulu,” lanjutnya.

Ade bercerita, saat lulus sekolah dasar, bakat seninya sempat terpendam karena harus mengikuti kakaknya bekerja di pasar sebagai penjual daging selama hampir 50 tahunan. Hingga pada tahun 2000an bangkrut dan harus memutar otak untuk mencari pemasukan.

Saran dari anaknya, Ade pun berkreasi membuat anyaman dari sampah plastik bekas bungkus makanan dan minuman hingga menjadi tas dan alas duduk yang bisa dijual.

“Kata anak waktu itu, daripada hulang-huleng (melamun) mending bikin tas dari plastik bekas kopi. Karena katanya saya bisa bikin apapun dari plastik seperti kerajinan, lalu dijual Rp 10.000 sampai Rp 15.000,” ucap Ade.

Dari hal tersebut, Ade pun berkreasi dengan bahan lain. Yakni kaleng bekas minuman yang disulapnya menjadi miniatur motor gede. Karyanya itu tak ia jual karena menyimpan kenangan.

Dengan alat-alat sederhana, seperti gunting, tang, penggaris, obeng, gergaji, dan lem besi, Ade merangkai satu per satu bahan yang berhasil dikumpulkan.

Ia lalu membuat pola miniatur dari bagian terbesar hingga hingga bagian terkecil yang dapat menghabiskan waktu minimal satu hari.

“Sebetulnya pengerjaannya bisa lebih cepat, tapi masih terkendala alat. Saya ingin punya gurinda sama step. Kalau sekarang masih alat yang seadanya. Untuk satu miniatur motor vespa bahannya itu selain kaleng, ada tutup botol sama spon untuk ban dan joknya,” katanya.

“Kalau komponen elektronik yang ada di motor gede, saya dapat dari tukang loak. Sekiranya bagus untuk dipasang saya beli, arloji juga bisa dipasang sebagai speedometer,” lanjutnya.

“Kalau yang capet bikinnya Vespa, bisa satu hari. Yang lama itu robot plus pistolnya. Lama karena menghabiskan puluhan kaleng,” imbuhnya.

Ade mengaku tak terbiasa jika harus menentukan harga untuk miniatur buatannya. Terlebih saat ini karyanya baru dikenal oleh masyarakat di lingkungan sekitar.

Ia pun mengaku gaptek dengan media sosial, sehingga sampai saat ini miniatur buatannya hanya dibeli oleh orang yang disekitarnya.

“Karena saya jiwanya pekerja, bingung juga menentukan harga. Seperti miniatur Motor Gede, dibeli Rp100 ribuan, karena mungkin liat bahannya juga bukan hasil beli tapi dari bahan daur ulang,” katanya.

“Terpenting, saya bikin ini untuk mengisi waktu luang, berkarya. Sampahnya juga jadi bisa bermanfaat, tidak terbuang percuma. Kalau ada yang beli syukur alhamdulillah,” lanjut Ade.

Jika anda berminat bisa langsung datang ke Jalan Sasak Gantung, Nitipraja, Gang Ratna RT 01 RW 05 No. 127/18C, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung atau bisa menghuungi ke nomor telepon 083145279414.

Tags: daur ulang sampahpemkot bandung
Previous Post

Lansia Ingin Divaksin COVID-19, Ini Syaratnya

Next Post

Persib Tidak Pernah Berencana 'Tendang' Omid

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.