Pengguna internet mungkin pernah melihat sebuah perahu di atas air yang sangat jernih. Sangat jernih sehingga terlihat seperti cermin.
Banyak orang menyangka lokasi daerah tersebut berada di Ternate, Maluku Utara. Setelah ditelisik, lokasinya berada di Danau Labuhan Cermin, Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Tempatnya eksotik sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama, baik untuk sekadar berenang, swafoto dengan latar belakang keindahan alamnya, atau bermain perahu dan ban dalam. Namun patut diperhatikan, pastikan sudah bisa berenang karena kedalaman danau ini lebih dari dua meter.
Selain jernih, Danau Labuhan Cemin ini memiliki keunikan tersendiri. Di sini terdiri dari dua kandungan air di dalamnya, yaitu air tawar dan air asin. Kedua air ini tidak pernah tercampur satu sama lain. Air asin berada di bagian bawah dan tidak pernah naik ke permukaan melewati air tawar yang melindunginya.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menggunakan jasa sewa perahu dari penduduk sekitar. Hanya ada dua perahu yang biasa mengantarkan wisatawan. Umumnya, usai mengantarkan tamu ke danau, pemilik perahu kembali lagi ke jembatan unntuk menunggu penumpang lain yang ingin menuju danau. Penjemputan dilakukan melalui hubungan telepon seluler.
Dari jembatan Dermaga Labuhan Cermin, wisatawan berperahu sekitar 15 menit. Selama perjalanan, wisatawan disuguhi pemandangan bawah air jernih sehingga terlihat jelas dasarnya.
Tiba di Danau Labuhan Cermin, pengunjung akan diantar berputar-putar dulu keliling danau. DI sebuah spot, biasanya terdapat ribuan ikan sedang bergerombol. Namun jangan sekali-kali memberikan makan ikan tersebut karena akan dilarang penduduk setempat.
Spot akhir dari kunjungan adalah sebuah dermaga kecil ukuran 4×8 meter yang terbuat dari kayu-kayu yang diapungkan oleh drum-drum berukuran besar. Wisatawan bisa bertukar pakaian di sebuah tempat berukuran kecil dan hanya ada dua tempat. Sayangnya, disini tidak disediakan toilet untuk berbilas atau buang air kecil atau besar.
Pengunjung danau yang mahir berenang, pasti akan gatal untuk nyemplung ke air. Bahkan tak sungkan-sungkan untuk menyelam melihat keindahan dasar air. Bagi yang mencoba menyelam, pasti akan merasakan sensasi baru. Apa itu?
Ketika nyebur pertama kali, air akan terasa tawar seperti air biasa. Namun saat menyelam, rasa air berubah menjadi asin seperti air laut. Soal ini, tidak ada seorang pun yang paham dengan fenomena alam tersebut.
Menurut warga Berau, Takari Anto, fenomena alam tersebut menjadi anugrah bagi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau. ?Ini karunia Tuhan Yang Maha Esa. Semua alamiah dan kuasa-Nya,? kata Takari, belum lama ini.
Untuk yang belum mahir berenang, penduduk setempat menyewakan ban dalam berukuran besar. Atau kalau memang ingin berkeliling danau, ada sebuah perahu berukuran kecil lengkap dengan dayungnya. Niscaya akan betah berlama-lama di lokasi tersebut.
Untuk mencapai Labuhan Cermin, kita harus menempuh perjalanan darat selama 6 sampai 7 jam dari Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb. Patut diingat, perjalanan ke lokasi menempuh medan cukup berat. Perlu ketahanan fisik yang prima. Namun semua itu akan terganti saat melihat jernihnya air Labuhan Cermin dengan dua rasa tersebut.





