close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Tes Adrenalin, Berenang Bersama Hiu Tutul di Berau Kaltim

Dery F.G
Senin, 15 Maret 2021 - 08:00:01
in HEADLINE, SERBA SERBI
Tes Adrenalin, Berenang Bersama Hiu Tutul di Berau Kaltim

(foto: Dery Fitriadi Ginanjar)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mau merasakan sensasi berenang dengan hiu tutul sebesar 8 meter dan lebar 2,5 meter? Coba kunjungi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Butuh adrenalin tinggi untuk nyebur ke air jernih Laut Talisayan, Berau, Kalimantan Timur. Meskipun disebut jinak, binatang yang kerap disebut whale shark ini tetap pemangsa nomor satu.

Simak saja ucapan seorang pemandu wisaya, Yudhi Rizal yang menemani kabarbandung.id untuk mencoba tantangan itu beberapa waktu lalu.

“(Hiu Tutul) Tidak bahaya. Dia tidak gigit. Paling disedot. Kalau tidak dikunyah, dilepehin (dikeluarkan lagi).”

Kalau ditelaah, memang hiu tutul ini tidak memiliki gigi. Untuk memangsa makanan, dia menggunakan kekuatan sedotannya, kemudian dikunyah di dalam.

Sesuai nama, Laut Talisayan berada di Desa Talisayan. Untuk menjangkau desa itu, butuh perjalanan darat selama 4 jam dari Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb. Kita bisa menyewa taksi seharga Rp700 ribu. Jangan membayangkan taksinya merupakan sedan, tetapi minibus semacam Kijang, Avanza, dan sebagainya.

Setibanya di Talisayan, wisatawan langsung bertemu pelabuhan kecil tempat nelayan setempat melabuhkan perahu. Di desa itu, terdapat 4 penginapan dengan harga terjangkau mulai Rp150 ribu sampai Rp225 ribu per malam, tergantung fasilitas.

Untuk menikmati sensasi berenang dengan hiu tutul, wisatawan diperkenankan memulai petualangan pukul 04.00 waktu setempat. Perjalanan ke lokasi hiu harus menggunakan perahu. Nelayan setempat memberi tarif sewa perahunya sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta.

Lokasi kelompok hiu tutul disebut bagan. Di tempat itu, nelayan secara berkelompok memberi makan dengan berbagai macam jenis ikan, seperti cumi, teri, dan ikan kecil lainnya. Di setiap bagan, terdapat 8-10 ekor hiu tutul dengan ukuran maksimal sekitar 12 meter.

Tidak menunggu lama, setelah hiu tutul mendapat pasokan makanan, wisatawan boleh nyebur ke lautan. Kalau tidak bisa menyelam, wisatawan bisa menggunakan pelampung dan alat snorkling. Para hiu tersebut tidak merasa terganggu oleh kehadiran manusia. Untuk mengabadikan momentum langka itu, kita perlu membekali diri dengan kamera bawah air.

Habitat hiu tutul di bagan Laut Talisayan sudah ditemukan nelayan setempat sejak lama. Tetapi momentum berenang bersama hiu, pertama kali dikenalkan oleh Yudhi Rizal. Pemuda asli Berau ini berhasil mengabadikan momen berenang dengan hiu menggunakan kamera bawah air. Kemudian hasilnya disebarkan melalui sejumlah media massa dan online. Rupanya respons wisatawan cukup bagus. Tak sedikit yang mempertanyakan lokasi Laut Talisayan.

“Akhir tahun 2012 saya perkenalkan berenang dengan hiu tutul ini. Alhamdulillah banyak wisatawan yang tertarik,” kata Yudhi di Bagan I Laut Talisayan.

Awalnya Yudhi mengaku kesulitan memberikan penyadaran kepada nelayan. Kadangkala hiu tutul ini diburu karena dianggap merugikan penghasilan nelayan. Tetapi setelah dibuktikan tidak berbahaya, akhirnya nelayan malah turut berperan menyelamatkan hiu tutul tersebut dengan membangun bagan-bagan.

“Tetapi syarat untuk bisa melihat hiu ini jangan malam terang bulan. Soalnya aktivitas bagan berhenti. Hiu-hiu ini juga tidak akan kelihatan,” jelasnya.

Jadi, siapa yang sekarang punya keberanian penuh berenang dengan makhluk raksasa tersebut? Sila kunjungi Berau. Selama ini Berau juga dikenal dengan Labuhan Cermin dan Kepulauan Derawan, meliputi Derawan, Sangalaki, Maratua, Kakaban, dan pulau-pulau lainnya. Maka, usai berenang dengan hiu, selami jernihnya Labuhan Cermin dan snorkling atau diving di Kepulauan Derawan.

Tags: berauhiu tutulkalimantan timurtalisayantravelingwisata
Previous Post

Pemprov dan OJK Bahas Pemulihan Ekonomi di Jabar

Next Post

Sebelum Piala Menpora 2021, Persib Bakal Genjot Stamina Para Pemain

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.