close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR JABAR

Kadin Jabar: Vaksinasi Buruh Jangan Bebankan Pengusaha.

Dery F.G
Rabu, 17 Maret 2021 - 15:30:15
in KABAR JABAR
Kadin Jabar: Vaksinasi Buruh Jangan Bebankan Pengusaha.

(foto: Dery Fitriadi Ginanjar)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kadin Jabar mendorong pemerintah tidak membebankan biaya vaksin mandiri kepada pengusaha. Vaksinasi kepada pekerja sektor usaha industri dan pekerja seni tetap diberikan gratis.

Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat Bidang CSR dan Lingkungan Hidup Azizah Talita Dewi mengatakan, Kadin menginginkan pemerintah bergerak cepat dalam program vaksinasi bagi kelompok buruh dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Terlebih sekarang ini 80 persen? industri, UMKM, buruh, petani, pekerja seni, didorong kembali untuk membuka usahanya.

“Melihat kondisi itu, tentu perlu ada percepatan jaminan protokol kesehatannya. Maka pemerintah diharapkan mempercepat vaksinasi di cluster tersebut,” kata Azizah usai rapat tentang pemulihan ekonomi nasional Kadin Jabar di Graha Kadin Jabar Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Senin (15/3/2021).

Menurut Azizah, buruh pabrik? menjadi cluster utama karena melibatkan banyak orang. Namun biaya vaksinasi? jangan dibebankan kepada pengusaha yang sama-sama terdampak oleh pandemi. Sebaiknya pemerintah duduk bersama dengan KADIN dalam rangka membahas hal ini.

“Saat relaksasi ini, buruh itu harus dapat jaminan. Mandiri atau tidak, sebenarnya ada data. Yang mampu silahkan, yang tidak mampu jangan jadi beban pengusaha, terutama kelompok pengusaha kecil menengah.” katanya.

Azizah mengatakan, pengusaha bisa mengeluarkan dana coorporate social responsibility (CSR) bagi program vaksinasi tersebut. Namun bukan untuk membayar vaksinasi, dananya bisa untuk sarana prasarana pelaksanaan.

“Setelah tahu vaksinnya harus membayar, ini menjadi sebuah pemikiran lagi bagi pengusaha dalam kondisi seperti ini. Seyogyanya vaksin itu gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam kondisi ini, pengusaha harus mengeluarkan uang sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per orang. Cukup berat,” jelasnya.

Azizah juga menyampaikan bahwa Vaksin gotong royong? sangat mungkin dilakukan dengan berbagai cara yang saling meringankan sehingga roda perekonomian dapat segera kembali pulih dan menggeliat.

Tags: buruhKadin Jabarpengusahavaksin mandirivaksinasi
Previous Post

Jabar Siapkan 2.000 Dosis Vaksin COVID-19 untuk Kontingen PON XX

Next Post

Viral Video Mesum di Hotel Bogor, Polisi Bentuk Tim

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.