close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Kolaborasi Jadi Kunci Kota Bandung Tekan Penyebaran Covid-19

Okan
Rabu, 17 Maret 2021 - 07:40:01
in KABAR KOTA
Sariawan pada Pasien COVID-19, Ini Penjelasannya

Ilustrasi COVID-19. (Cottonbro/Pexels)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Tepat pada 16 Maret, kasus Covid-19 pertama hadir di Kota Bandung. Di saat yang bersamaan juga, Wali Kota Bandung menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) pertama penanganan Covid-19.

Berbicara perjalanan penanganan pandemi covid-19 di Kota Bandung tak lepas dari kata kolaborasi mengatasi permasalahan kesehatan dan ekonomi.

“Hal pertama yang muncul adalah dua kutub yang saling berseberangan, yakni kutub kesehatan dan kutub ekonomi. Pada saat muncul pandemi, memang kita (Satgas covid 19) sepakat untuk lebih mengutamakan kesehatan dan seolah olah di satu sisi kutub ekonomi terkorbankan,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

“Namun jika kita perhatikan kembali dalam satu tahun ke belakang tindakan dari kebijakan ini merupakan hal yang sangat benar karena beberapa pembatasan aktivitas masyarakat ditujukan untuk mengutamakan kesehatan warga kita dan melokalisir penyebaran virus,” imbuhnya.

Yana menjelaskan, selama satu tahun penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bandung diawali dengan kehati-hatian. dalam kesepakatan yang kuat mengingat Namun hasilnya, Covid-19 bisa terkendali.

Yana bersyukur penanganan yang baik di awal telah melahirkan kondisi yang sudah semakin membaik sesuai dengan indikator kesehatan yang ada.

Kini Pemkot Bandung, kata Yana, mulai fokus terhadap relaksasi kegiatan ekonomi sebagai upaya pemulihan perekonomian daerah dan masyarakat. Tentunya dengan SOP dan protokol kesehatan yang kita awasi secara ketat.

“Alhamdulillah pada saat kita melakukan relaksasi ekonomi tidak ditemukan cluster penyebaran baru di bidang yang kita relaksasikan hingga kini,” tuturnya.

Menguatkan pernyataan Yana, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara mengatakan, pihaknya bersama para pimpinan sudah berinisiatif melakukan pertemuan sebelum kasus pertama Covid-19 hadir di Indonesia.

Pertemuan ini membahas pembentukan peraturan terkait cara cara pembatasan kegiatan masyarkat dalam rangka penanganan serta antisipasi penyebaran virus Covid-19 di Kota Bandung.

Saat meramu kebijakan, Ahyani memastikan, selalu berkolaborasi dengan para ahli untuk dapat menentukan rumus 3M bagi masyarakat dan 3T.

“Jika semua melaksanakan protokol kesehatan dan kami (jajaran kesehatan) aktif dalam upaya upaya 3T maka disitu mulai akan terlihat hasil dari penanganan pandemi Covid-19 ini,” jelas Ahyani.

Menurutnya, salah satu momen terbaik yang diambil oleh Pemkot Bandung adalah pada saat berhasil membangun laboratorium mandiri BSL2 Plus.

Jika masih bergantung kepada laboratorium milik Kemenkes maupun Provinsi maka hasil dari tracing akan didapatkan selama 2 minggu. Dengan BSL2 Plus hasil akan didapatkan paling lama 2-3 hari saja.

“Kita sudah bisa menentukan tindakan yang jauh lebih cepat dalam proses penangangannya,” katanya.

Kolaborasi dalam gotong royong merupakan momen yang spesial juga di saat penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bandung ini.

“Hingga saat ini indikator kesehatan di Kota Bandung menurut standar WHO sudah semakin baik, salah satunya adalah tingkat kesembuhan yang kian tinggi dengan semakin menurunnya keterisian rumah sakit,” ujar Ahyani.

“Tingkat tracing kita yang sudah di atas standar mengartikan bahwa hingga kini sudah tidak terjadi lagi ledakan ledakan kasus Covid-19,” imbuh Ahyani.

Ia pun menjelaskan, peran dari setiap instansi maupun lembaga yang terlibat sudah berjalan sangat baik. Sehingga setiap sektor dapat bersinergi dan berkolaborasi.

“Hasilnya, penyebaran virus covid 19 di Kota Bandung terkendali,” tuturnya.

Tags: covid-19pemkot bandung
Previous Post

Jokowi Berharap Pariwisata di Bali Mulai Bangkit

Next Post

Usai Divaksin, Atlet Indonesia Pede Tampil Maksimal Tampil di Kejuaraan Dunia dan Pra-Kualifikasi Olimpiade 2021

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.