KBRI Colombo melakukan pertemuan dengan masyarakat keturunan Jawa yang berada di Kinniya, Sri Lanka (26/03/2021).
Masyoritas dari mereka berharap dapat menyambung ikatan batin dengan para leluhur dengan belajar Bahasa Indonesia serta Budaya Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka, I Gusti Ngurah Ardiyasa mengatakan terdapat sekitar 40.000 orang keturunan Jawa dari total populasi penduduk Kinniya sebesar 100.000 orang.
Orang-orang Jawa datang ke Kinniya pada abad 16 pada masa penjajahan Belanda, hingga kini masyarakatnya masih menggunakan tradisi dan budaya Jawa yang diwariskan, termasuk kesamaan penggunaan bumbu-bumbu masakan, panggilan ?Kaakkaa” untuk Kakek dan ?Nena” untuk Nenek serta bahasa-bahasa keseharian masyarakat Kinniya lainnya.
Dubes Ardiyasa menyambut baik keinginan masyarakat keturunan Jawa di Kinniya menyambung ikatan batin dengan para leluhur dan menyatakan kesediaan mengkomunikasikan hal tersebut kepada instansi terkait di Indonesia.
“Tersambungnya ikatan batin berarti peningkatan aktifitas people-to-people yang sangat bermanfaat bagi peningkatan citra Indonesia di dunia internasional,” ujar Dubes Ardiyasa.
Kinniya merupakan kota yang terletak di pinggir pantai sebelah timur Trincomalle yang termasuk Provinsi bagian Timur Sri Lanka.Kota tersebut berjarak 240 km dari Colombo. Pada masa lalu, masyarakat keturunan Jawa di Kinniya pada umumnya berniaga mutiara dan gading.





