close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR JABAR

DKP Jabar Beri Pembekalan Budidaya Udang kepada Petani Milenial

Budiana
Sabtu, 24 April 2021 - 12:58:38
in KABAR JABAR
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memberikan Pembekalan Pembudidaya Ikan Milenial (Budidaya Udang Vaname) kepada 60 Petani Milenial di sektor perikanan secara daring, Jumat (23/4/2021).

Dalam pembekalan tersebut, Analis Budidaya Perikanan Deni Hamdani mengatakan bahwa mindset pembudidaya udang harus memiliki modal besar (sekitar Rp150 juta-Rp1,5 miliar) dan lahan luas (minimal 1.000 meter persegi) masih melekat di tengah masyarakat.

Padahal, kata Deni, saat ini sudah banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan pemerintah agar generasi milenial dapat membudidayakan udang tanpa perlu modal besar dan lahan luas.

“Ada terobosan kolam yang kecil dengan pola mandiri. Di mana si petani, dia menjadi owner-nya sekaligus menjadi manager, feeder, teknisi. Sehingga yang tadi menjadi kendala dengan modal besar diganti dengan kemauan melalui PIM,” kata Deni.

Deni menjelaskan, Millenial Shrimp Farm (MSF) atau tambak milenial adalah tambak yang menerapkan sistem digitalisasi teknologi berbasis industri 4.0 (Automation, IT dan Gadget) dinilai cocok untuk Petani Milenial Jabar.

?Model tambak ini diyakini cocok untuk generasi milenial dalam hal kepraktisannya untuk berbudidaya saat ini. Berbeda dengan tambak konvensional, model tambak ini tidak membutuhkan lahan luas, berbentuk bulat, fleksibel karena bisa dibongkar pasang dengan ukuran kolam yang bisa disesuaikan dengan lahan yang ada,? tuturnya.

?Tambak ini lebih cocok untuk para Petani Milenial karena kalau panen tidak perlu pompa, kolam kecil-kecil (cluster) sehingga penanganan lebih mudah jika ada masalah,? imbuhnya.

Meski begitu, menurut Deni, sebelum membudidayakan udang, Petani Milenial harus lebih dulu paham dan mengetahui kelebihan serta kekurangan dari model tambak tersebut. Daya dukung lahan pun harus disiapkan agar budidaya berjalan optimal.

?Kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang, kesiapan waktu tebar benih, kualitas air yang layak untuk udang, termasuk kesiapan kita jika budidaya udang yang kita tanam terserang oleh virus yang penyebarannya lebih cepat,? ucapnya.

Selain itu, Deni juga mengatakan bahwa program Petani Milenial bercita-cita mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jabar. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.

?Melalui pemanfaatan teknologi digital, petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan di Jawa Barat,? ucapnya.

DKP Jabar sendiri menyiapkan empat lokasi untuk program Petani Milenial, yakni di Ciherang (Cianjur) dan Wanayasa (Purwakarta) untuk budidaya nila, Cijengkol (Subang) untuk budidaya lele, dan Cibalong (Garut) untuk budidaya udang.

Program Petani Milenial sendiri digagas Pemda Provinsi Jabar untuk mengurangi pengangguran, khususnya pascapandemi COVID-19. Selain itu, program tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan di Jabar. Apalagi, pangan menjadi sektor yang tangguh meski dihantam pandemi.

Sejumlah bantuan akan diberikan Pemda Provinsi Jabar dalam program tersebut. Mulai dari peminjaman lahan, permudah akses permodalan, sampai mencarikan offtaker atau pembeli.

Program Petani Milenial pun diharapkan dapat menarik minat generasi milenial untuk membawa perubahan pada sektor pertanian masa depan. Sebab, saat ini, sektor pertanian saat ini belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jabar.

Tags: dkpppemprov jabarPeternakanudang
Previous Post

Pembangunan Rumah Deret Tamansari Tahap I Beres Tahun Ini

Next Post

Kota Bandung Miliki Potensi Perluasan Kawasan Heritage Terpadu

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.