close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Minggu, 19 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jangan Ragu! Puasa Dapat Tingkatkan Imunitas Tubuh Saat Pandemi

Dery F.G
Minggu, 25 April 2021 - 19:00:25
in HEADLINE, SERBA SERBI
Jangan Ragu! Puasa Dapat Tingkatkan Imunitas Tubuh Saat Pandemi

Ilustrai (foto: net)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sampai saat ini, Covid-19 sudah menyebar lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. Momen puasa Ramadhan tahun 2021 kali ini unik dan berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena dunia sedang dilanda pandemi Covid-19.

Adanya pengurangan pola makan saat puasa di tengah upaya untuk menjaga agar tidak terkena penyakit menular seringkali menimbulkan pertanyaan. Mungkinkah daya tahan tubuh akan tetap terjaga dengan berkurangnya porsi makanan saat puasa Ramadhan atau puasa lainnya?

Menurut Mahasantri Ma?had Aly Hasyim Asy?ari Nur Indah, masih belum diketahui secara pasti hubungan puasa Ramadhan dan Covid-19. Meskipun masih terbatas informasi mengenai hubungan puasa Ramadhan dan Covid-19, berikut ini terdapat pemaparan yang berupa uraian mengenai puasa di tengah wabah.

Dikutip dari tebuireng.online, Minggu (25/4/2021), sirkulasi sebuah virus covid-19 dapat ditransmisikan dan menginfeksi melalui tiga komponen; 1. Host, host adalah sistem imun dalam tubuh manusia, 2. Lingkungan, lingkungan adalah tempat di mana host bertempat tinggal/menghabiskan waktunya, 3. Agen, agen adalah perantara yang secara langsung mampu menyebarkan virus.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Badzlul Ma?un fi Fadhlit Tha?un dengan mengutip pendapat para dokter mengutip sebuah perkataan sebagai berikut:

?Anjuran para dokter atau ahli kesehatan yang hendaknya ditaati pada masa wabah di antaranya seperti mengeluarkan sisa makanan basah yang berlebihan dan mengurangi makan.? (Al-Asqalani, Badzlul Ma?un fi Fadhlit Tha?un, Riyadh: Darul Ashimah, tanpa tahun, h. 340)

Maksud dari perkataan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani tersebut bukanlah sebuah bentuk pendapat dari ijtihad pribadinya, melainkan mengutip dari pakar di bidang kesehatan. Mengurangi makan yang dimaksud adalah mengendalikan diri agar tidak berlebih-lebihan dalam makan. Meskipun tidak berlebihan, nilai nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dimakan tetap harus bisa mempertahankan kesehatan di masa pandemi.

Penelitian terbaru dari Li Q et.al (2020) menunjukkan bahwa Puasa mampu memperbaiki profil microbiota di dalam tubuh. Pada saat berpuasa terjadi perubahan metabolisme yaitu pemecahan cadangan lemak dan glukosa menjadi energi serta autofagi (pembongkaran bagian sel-sel yang sudah tua). Organ hati memecah cadangan energi dan organ pankreas mengurangi produksi hormon insulin, sebaliknya hormon glukagon meningkat (Nasihun et.al, 2018).

Lalu bagaimana dengan kondisi imun kita saat berpuasa? Pengaruh puasa terhadap sistem imun adalah dapat meningkatkan aktifitas makrofag. Manfaat puasa yang lain adalah dapat menurunkan resiko diabetes, CVD, kanker dan penuaan terhadap fisiologi manusia. Puasa Ramadhan juga dapat mengurangi berat badan dan massa lemak, terutama pada mereka yang memiliki gizi lebih atau obesitas.

Lalu, bagaimana cara mengoptimalkan diri kita di saat berpuasa? Berdasarkan rekomendasi WHO dan Kemenkes, beberapa cara dapat dilakukan untuk mengoptimalkan puasa Ramadhan di antaranya adalah menghargai rasa lapar dan haus dengan konsumsi makanan dan minuman yang tepat pada saat sahur dan berbuka. Makan secara sadar. Makanan harus mengandung semua kelompok makanan, yaitu mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Karena jumlah energi tergantung kebutuhan. Selain konsumsi makanan, cara mengoptimalkan gaya hidup selama puasa yaitu, tidur cukup (6-8 jam orang dewasa) dan melakukan aktivitas fisik yang bisa diintegrasikan dengan tugas sehari-hari).

Dari beberapa penguraian di atas dapat kita ketahui dan pahami bahwasanya puasa bukanlah hal yang membahayakan bagi tubuh kita, akan tetapi adakalanya kita harus mengetahui porsi dari diri kita masing-masing, kebutuhan dari diri kita masing-masing.

Tags: coronacovid-19imunpandemipuasaramadan
Previous Post

Oded: Hidup Sumpek dan Banyak Masalah, Bisa Jadi Jauh dari Alquran

Next Post

Bercinta dengan Allah Pada 10 Hari Terakhir Ramadan

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.