Seiring dengan melonjaknya tren kasus harian Covid-19 di Kota Bandung, bertambah pula jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan darah semakin meningkat.
Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau kegiatan ‘Ayo Donor Darah’ oleh Yayasan Harmonis Bandung yang tergabung dalam Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) bersama PMI Kota Bandung.
Yana mengungkapkan, pascalibur lebaran terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Bahkan, keterisian tempat tidur di Rumah Sakit hampir menyentuh angka 94 persen.
“Penambahan harian biasanya kita tidak lebih 100 kasus per hari. Di minggu-minggu ini sudah 100-an kasus per hari,” ungkapnya di Ballroom Grand Sudirman, Jalan Sudirman Kota Bandung, Kamis 24 Juni 2021.
Pada kesempatan tersebut, Yana turut serta mendonorkan darahnya dan mengajak masyarakat Kota Bandung untuk bersama-sama ikut berpartisipasi menyumbangkan darah.
Sebab menurutnya, setetes darah yang didonorkan akan sangat berarti dan akan menolong mereka yang membutuhkan.
“Tentunya kegiatan ini sangat berarti apalagi di masa pandemi. Semoga bisa memenuhi kebutuhan darah masyarakat khususnya yang sedang dirawat di rumah sakit,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Kusyanto mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 kebutuhan darah cukup meningkat. Sedangkan ketersediaan darah tidak sebanding dengan permintaan.
“Per hari kita membutuhkan 500 labu per hari, itu harus kita penuhi,” ungkapnya.
“Sehingga saya berharap melalui kegiatan ini bisa mencukupi ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan. Untuk itu kami bangga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada MTP yang telah menyelenggarakan kegiatan donor darah,” imbuhnya.
Ade mengimbau dan mengajak masyarakat agar tidak sungkan datang langsung ke PMI Kota Bandung untuk mendonorkan darahnya.
Sedangkan Sekjen Yayasan Harmonis Bandung, Yulius Tamara mengatakan, rencananya kegiatan donor darah akan dilakukan di 6 lokasi yang berbeda. Bagi yang berminat bisa mendaftarnya secara online.
Setelah itu, calon pendonor harus mengikuti beberapa tahapan seperti cek kesehatan, termasuk test antigen Covid-19 untuk memastikan mereka benar-benar layak dan bisa mengikuti donor darah.
“Sekarang lagi pandemi, dan ketersediaan darah di PMI menipis, darurat sekali. kebetulan kita sering ngadakan baksos, jadi saat PMI butuh darah kita lakukan gerakan donor darah, semoga bisa sedikit membantu,” ungkapnya.





