close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR JABAR

Observatorium Bosscha Wisata Edukasi Astronomi Tertua di Indonesia

Nur Ihsan
Senin, 2 Agustus 2021 - 15:00:49
in HEADLINE, SERBA SERBI
Observatorium Bosscha Wisata Edukasi Astronomi Tertua di Indonesia

https://bosscha.itb.ac.id/id

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung dikenal memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya adalah tempat yang cukup populer dan menjadi salah satu tujuan para wisatawan ketika ke Kota Kembang.

Tempat indoor seperti seperti Trans Studio atau wisata alam seperti Curug Dago dan Kawah Putih Ciwidey, wisata sejarah seperti Museum KAA Bandung, dan Observatorium Bosscha bisa menjadi rekomendasi.

Namun bagai baraya bandung, jangan lewatkan salah satu lokasi wisata yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga yaitu wisata edukatif Observatorium Bosscha yang berada di Lembang.

Sebenarnya, tempat ini merupakan lembaga khusus pendidikan dan penelitian, bukan objek wisata. Namun banyaknya permintaan untuk mengenal astronomi kemudian mendorong pengelola observatorium terbesar di Indonesia itu membuka diri pada publik. Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia.

Jadi sejarah nya, Observatorium ini dibangun pada jaman penjajahan Belanda oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) pada tahun 1923. Nama Bosscha diambil dari nama salah satu pengusaha yang mendonasikan kekayaannya pada saat pembangunan observatorium, yaitu Karel Albert Rudolph Bosscha.

Observatorium yang berada di Lembang ini berada di ketinggian 1.310 meter di atas permukaan laut dan kini pengelolaannya di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.

Sebagai bangunan peninggalan sejarah, pemerintah pada tahun 2004 telah menyatakan bahwa Observatorium Bosscha masuk ke dalam Benda Cagar Budaya, dan pada tahun 2008, ditetapkan sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.

Observatorium Bosscha, yang kini usianya 90 tahun, memiliki 12 teleskop dengan fungsi berbeda selain teropong besar di dalam kubah raksasanya yang sering dilihat pengunjung. Dari 12 teleskop itu, hanya enam yang aktif digunakan untuk kegiatan penelitian.

Sisanya digunakan untuk keperluan pendidikan saja. Di antara enam teleskop yang digunakan untuk penelitian ada Teleskop GAO Remote Telescope System. Untuk masuk ke dalam Observatorium Bosscha, diperlukan izin terlebih dahulu.

https://bosscha.itb.ac.id/id

Jika Anda ingin berkunjung ke Observatorium Bosscha secara perseorangan, hari Sabtu adalah waktu yang diperbolehkan, karena hari-hari selainnya diperuntukkan untuk kunjungan berkelompok besar dan kegiatan-kegiatan pengamatan benda langit.

Observatorium Bosscha membuka dua jadwal kunjungan, yaitu kunjungan siang dan kunjungan malam. Tiket untuk kunjungan siang dikenai harga Rp15.000 dan untuk kunjungan malam Rp20.000.

Setelah itu, Anda akan dipandu untuk masuk ke Observatorium Bosscha dan bisa melihat-lihat teleskop besar yang biasa digunakan saat melihat gerhana dan juga saat mengecek hilal saat menentukan awal dan akhir ibadah puasa.

Untuk lebih jelasnya, kalian bisa mengecek situs bosscha.itb.ac.id untuk keperluan lebih lanjut seperti mengecek jadwal kunjungan, melakukan pendaftaran dan pembayaran kunjungan, dan informasi umum seputar Observatorium Bosscha.

Dengan mempertimbangkan status pandemi COVID-19 serta masih adanya peningkatan penyebaran virus tersebut di Indonesia, khususnya di kawasan Bandung Raya, serta memperhatikan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 3 tahun 2020 dan himbauan dari Institut Teknologi Bandung, maka Observatorium Bosscha memperpanjang penutupan kunjungan dan acara publik tatap muka hingga setidaknya 31 Juli 2021.

Selama penutupan berlangsung, program edukasi publik akan dilakukan secara daring melalui kanal digital resmi Observatorium Bosscha. Silakan kunjungi website dan media sosial resmi Observatorium Bosscha untuk informasi lebih lanjut.

Tags: bandungJabarjawa baratkota bandungwisatawisata bandung
Previous Post

Gelar Triple Untung Plus, Samsat Soetta Bersiap Sambut Antusiasme Warga

Next Post

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Saksi Hidup Perjuangan Melawan Penjajah

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.