Setelah direvitalisasi, Gedung Juang 45 Tambun di Kabupaten Bekasi menjelma menjadi Museum Bekasi yang serba digital.
Berlokasi di Jalan Sultan Hasanudin No.39, Setiadarma, Gedung Juang 45 Tambun atau Museum Bekasi kini menjadi magnet wisata di Kabupaten Bekasi. Mulai direnovasi tahun 2020, gedung itu telah kembali dibuka akhir tahun Desember lalu.

Gedung ini dibangun oleh bangsawan keturunan Tionghoa bernama Khouw Tjeng Kie, dan mengalami dua tahap pembangunan, yaitu tahun 1906-1910 dan 1925.
Pada masa penjajahan Jepang, Landhuis dan tanah partikelir Tamboen disita dari keluarga Khouw. Gedung ini pun dijadikan benteng pertahanan warga Tambun dan Cibarusah dalam rangka perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Di dalam gedung ini terdapat banyak peninggalan pusaka seperti keris, plakat tembaga hingga foto prasasti Tarumanegara.
Terdapat juga foto-foto bersejarah sejak zaman penjajahan dahulu, seperti foto suasana Desa kebalen, foto serah terima APWI di Stasiun Bekasi, dan foto Stasiun Kranji tempo dulu.

Dalam perjalanan sejarahnya, pada masa pendudukan Jepang, Gedung ini difungsikan sebagai salah satu basis militer di Bekasi.
Kemudian pada masa revolusi fisik, gedung ini dijadikan Kantor Kabupaten Jatinegara. Sekaligus pusat komando perjuangan rakyat.
Pada Agresi Militer I, Belanda berhasil menguasai gedung ini hingga 1949. Setelah itu, digunakan untuk beberapa keperluan. Di antaranya digunakan sebagai kantor DPRD Tingkat II Bekasi dan Kampus Akademi Pembangunan Desa.





