BANDUNG – Event akbar kejuaraan nasional tamiya mini 4WD dengan tajuk ‘CAFX4WD National Championship’ kembali digelar di Kota Bandung. Kerjurnas tersebut diikuti oleh ratusan peserta se-Indonesia selama tiga hari berturut-turut yaitu Jumat-Minggu (19/8/2022 – 21/8/2022) yang berlangsung di Gedung Graha Manggala Siliwangi, Jl. Aceh No. 66 Bandung.
Kejurnas tamia mini 4D tersebut merupakan event seri tahun ke-2 di Bandung dengan peserta kurang lebih 30 team atau komunitas.
“Dengan total ada 500 racer dari seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Founder PT CAF, Moch Yanuar Anugrah pada conference pers di Gedung Manggala Siliwangi, Minggu (21/8/2022).
Disampaikannya, kejurnas tersebut menjadi salah satu turnamen tamia paling bergengsi tahun ini. Adapun kategori yang dilombakan yaitu pertama, Kelas Open Race STO dengan jumlah 3 Tracks.
“Kelas ini adalah kelas yg paling bergengsi di komunitas pecinta Tamiya mini 4WD,” tuturnya.
Kedua, yaitu Kelas Time Attack dan merupakan kelas yang pertama kalinya di Indonesia menggunakan Track dengan 5 Jalur pada level kejurnas. Dan ketiga, kelas beauty contest yang cukup menarik animo pecinta Mini 4WD.
Dalam penentuan pemenang, lanjut Yanuar, kriteria yang ditetapkan pihak penyelenggara antara lain kerapihan, keserasian warna, orisinalitas suku cadang, hingga tingkat kerumitan pengerjaan.
“Disamping itu juga kecepatan dan jam laju menjadi penilaian,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Director CAFX4WD , Zaenal Somantri membocorkan salah satu kejutan pada event tahun ini yaitu pihaknya membuat replika Tamiya 4WD dengan skala 1:1.
“Replika tersebut kami memajangnya di di area kejurnas, agar bisa dilihat langsung,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, PT. Cahaya Anugrah Firdaus ( CAF ) sebagai penyelenggara selalu berkomitmen dan selalu mendukung secara maksimal dengan langkah-langkah yang nyata untuk memajukan dunia kreatif dan komunitas di Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya,” imbuh Zaenal.
Sementara, salah seorang peserta dari Balikpapan mewakili komunitas tamia Arsix, Agus Satria. Ia mengaku sengaja mengikuti CAFX4WD National Championship’ di Kota Bandung karena menjadi salah satu turnamen yang ditunggu-tunggu.
“Apalagi ini kejurnas terbesar yang kami ikuti, selain merupakan turnamen bergengsi, bagi kami ini adalah peluang untuk bertemu dengan komunitas tamia lainnya se-Indonesia,” papar Agus.
Bahkan, tak tanggung-tanggung ia beserta rekan satu komunitasnya rela mengeluarkan kocek untuk akomodasi hingga belasan juta rupiah.
“Dana kami untuk mengikuti kejurnas ini sekitar range harga tiket pesawat pulang pergi serta hotel dan lainnya kurang lebih Rp 15 juta,” paparnya.
Terkait kecintaannya bergelut dengan tamia, ternyata diakui sudah ia jalani sejak 2014 hingga sekarang. “Awalnya saya tertarik itu karena lihat di mal dan bagus juga untuk hobi positif. Sampai akhirya alhamdulillah setelah masuk komunitas lolos menjuarai kejurnas di 2020. Dan turnamen kota sering menjadi juara,” tandasnya.
BANDUNG - Meski jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia hanya 4,5 persen dari jumlah penduduk…
BANDUNG : Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul…
BANDUNG - Setelah melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang, Vic Fadlin akhirnya berhasil dinobatkan…
BANDUNG - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan bersafari politik pada Minggu 27 Januari 2023 di…
BANDUNG - Ribuan masyarakat Jabar berkumpul di lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu 28 Januari 2024…
BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat melakukan konsolidasi pemenangan pada Pemilu 2024 di…