BANDUNG – Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Taufik Hidayat menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Jaleuleuja Prabowo’ berkolaborasi dengan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bandung. Video lagu tersebut diunggah di akun media sosial Instagram @taufikhidayat_dprdjawabarat.
Hingga Sabtu 13 Mei 2023, unggahan tersebut sudah ditonton hingga 85,9 juta. Atas capaian tersebut, sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih, Taufik Hidayat mengundang para musisi trotoar ini ke rumah pribadinya.
Ketua DPRD Jabar ini sengaja mengundang pengurus dan anggota KPJ se-Bandung Raya untuk berdiskusi, bernyanyi, dan makan malam bersama. Ada sekitar 100 anggota dari 28 sektor KPJ di sekitar Kota Bandung.
Hal tersebut disampaikan Sekjen DPP Pekerja Seni Kreatif Indonesia Raya yang juga anggota DPRD Jabar, Buky Wibawa, kepada wartawan, Sabtu 13 Mei 2023. Buky mengatakan, sangat bahagia karena Ketua DPD Partai Gerindra Jabar ini bisa memperlakukan rekan-rekan seniman dengan sangat baik.
“Seniman trotoar Kota Bandung ini gembira banget bisa berkumpul dengan Pak Taufik tanpa batasan. Diskusi, menyanyi, makan malam, dan menyanyikan ulang lagu Jaleuleuja Prabowo,” katanya.
Saat acara itu, lanjut Buky, secara simbolis Taufik Hidayat memberikan sound system kepada 28 sektor KPJ. Tujuannya supaya musisi anggota KPJ ini memiliki semangat memperjuangkan hak ekonomi dan tampil sebaik-baiknya.
“Saya sendiri menyampaikan bahwa mereka itu entertainer sejati. Sebagai entertainer, harus tampil sebaik mungkin. Bukan hanya musik dan vokal, tapi penampilan. Mereka harus kelihatan elok. Makanya mereka semua dikasih jas oleh Pak Taufik. Jadi keren dan kasep. Bandung kan barometer barometer musik di Indonesia,” ungkapnya.
Buky mengatakan, para anggota KPJ dari 28 sektor ini merupakan musisi yang menjadi etalase kehidupan bermusik Kota Bandung. Mereka setiap hari dari pagi sampai malam hadir menyapa masyarakat. Bahkan tak sedikit yang viral di media sosial, mulai penyanyi hingga pemain biola.
“Hal ini menunjukan musisi yang berhasil itu banyak yang lahir dari otodidak. Ketimbang dari sekolahan. Saya apresiasi mereka. Kalau kita perhatikan, mereka show mandiri. Mentalnya pasti terasah. Tidak akan ada yang menang melawan mental mereka. Saya sering memperhatikan, misalnya pemain biola ada yang terlihat asal-asalan, tetapi tak lama terlihat menjadi jago. Mereka kan latihan terus tiap hari, lalu ditantang memainkan lagu-lagu baru,” jelasnya.
Buky berharap Pemkot Bandung tidak mengejar-ngejar para musisi trotoar tersebut. Ketika ada pengakuan yang menjadi ciri dan kesuksesan Kota Bandung, justru harus diberi dukungan, diberi ruang. Tinggal membenahinya. dengan memperlakukannya sebagai aset.
“Seniman ini jangan dipandang sebagai beban beban pemerintah, tapi harus dipandang sebagai aset. Mereka tidak meminta-minta ke pemerintah kok. Mereka hanya butuh ruang terbuka, tidak nuntut gedung pertunjukan mewah, hanya berjuang untuk hak ekonomi, mencari nafkah, dan berkreasi,” tuturnya.
Buky juga berpesan kepada para anggota KPJ untuk menghindari mabuk-mabukan. Mereka harus tampil sosok entertainer yang lebih kreatif, sehat, dan rapih. Mereka harus bertanggungjawab dengan karirnya. Jadi aspek profesionalismenya harus kelihatan, terlebih mereka dibayar oleh audiens.
“Kita support kepada sebuah upaya kreativitas masyarakat di lapisan bawah. Ini sesuai dengan yang selalu dipesankan oleh Pak Prabowo. Kita harus dan akan terus dekat dengan masyarakat. Nanti Gerindra akan mengadakan Festival Musik Trotoar. Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengubah citra penyanyi dan pemusik jalanan,” ucapnya.
Pengurus dan anggota KPJ Bandung menyampaikan terima kasih bisa bertemu dengan Taufik Hidayat, karena merasa ada yang memperhatikan. Hal ini pun mengamalkan amanat Prabowo Subianto yang selalu bilang bahwa Gerindra harus dekat, harus dengar, dan harus membantu masyarakat. (*)





