BANDUNG – Kota Bandung saat ini tengah rawan bencana banjir dan longsor karena memasuki musim penghujan. Pemerintah Kota Bandung maupun instansi terkait mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana alam.
Sementara itu, Caleg DPR RI Nomor Urut 3 Dapil Jabar I Partai Perindo, Djoni Toat, meminta masyarakat berhati-hati dengan bencana yang bisa terjadi kapan saja melanda Kota Bandung dan Cimahi. Apalagi karena hujan lebat tersebut, baru-baru ini telah menelan korban jiwa seorang anak kecil berusia 7 tahun asal kawasan Jalan Pajajaran.
“Jika hujan lebat sudah melanda, maka sebaiknya anak-anak harus sudah berada di tempat aman. Tetapi lihat-lihat juga wilayahnya karena jika di sekitarnya terdapat pohon-pohon besar juga harus diwaspadai terutama apabila hujan disertai angin kencang,” kata Djoni, Senin (8/1).
Seperti diketahui pohon tumbang pun baru-baru ini sering terjadi di wilayah Kota Bandung. Terlebih banyak pohon besar yang ditanam di wilayah perkotaan yang saat hujan besar terkadang dalam keadaan macet.
“Kita bisa mencontoh Jepang yang sebelum terjadinya gempa, masyarakat sudah diberi ‘warning’ melalui ponselnya. Akibatnya korban pun dengan gempa sebesar 7,6 SR itu pun bisa diminimalisir. Saya baca sih korban meninggal dunia mencapai 67 orang,” ucapnya.
Menurutnya, di wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi sangat mungkin untuk memprediksi potensi bencana alam. Sebab Kota Bandung memiliki universitas-universitas teknologi kelas atas baik negeri maupun swasta.
“Di Bandung misalnya ada ITB, Itenas, STT Mandala dan lainnya. Di Cimahi ada Unjani juga yang memiliki jurusan teknologi yang baik yang bisa mengembangkan alat-alat deteksi bencana dini,” katanya.
Sementara terkait penanganan bencana, kata dia, untuk Kota Cimahi memang sudah memiliki BPBD sendiri. Terlebih Kota Cimahi kata Djoni hanya memiliki tiga kecamatan sehingga penanganan bencana bisa termaksimalkan.
Selain itu, Djoni pun berjanji akan terus mendorong pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan sarana prasarana di Kota Bandung dan Cimahi. Semisal jalan-jalan yang rusak, dan gorong-gorong yang mampet karena bisa menyebabkan jalanan macet dan banjir.
“Jika nanti saya terpilih tentunya saya akan dorong pemerintah setempat untuk membuat dinas baru yang khusus menangani bencana dan mencegah terjadinya bencana seperti BPBD,” katanya.
Di sisi lain Djoni pun juga menyampaikan bela sungkawa atas musibah tanah longsor di Subang baru-baru ini yang menelan korban jiwa.
“Hati-hati di Kota Bandung pun banyak pemukiman yang berada di wilayah tebing. Semisal di Punclut, Cijambe Ujung Berung, atau di wilayah Cigadung. Bahkan beberapa tahun lalu akibat hujan besar tempat makan di Punclut sempat tertimpa longsor dan menyebabkan korban jiwa,” katanya.





