Buku Sosiologi kelas XII MA/SMA keluaran Kemendikbud mencantumkan laman yang ternyata merupakan situs mengandung unsur pornografi berupa komik.
Situs itu sebenarnya tidak berubah nama. Namun, ketika di-klik, secara otomatis akan diarahkan secara otomatis ke situs lain yang mengandung unsur pornografi.
Situs yang awalnya dirujuk sebagai sumber informasi tentang Kampung Naga itu ternyata merupakan milik Yayasan Sawala Kandaga Kalang Sunda (SKKS). Sang Ketua, Iwan Narapradja pun mengeluarkan pernyataan terbuka menanggapi permasalahan tersebut.
Situs www.kalang*****.net sendiri dibuat oleh Iwan sebagai situs resmi Yayasan SKKS. Dibuat pada 2010, awalnya, situs itu memuat beragam tulisan, mulai dari sejarah, kebudayaan, dan pembahasan terkait kebudayaan Sunda.
?Karena kami tidak mampu untuk membiayai situs tersebut, maka kami tutup pada tahun 2014,? kata Iwan.
Sejak akhir 2014, ia menegaskan situs tersebut bukan lagi milik Yayasan SKKS. Di saat yang sama, ia menegaskan sejak tahun 2010 sampai 2014, pihaknya tidak pernah memberikan referensi kepada siapapun bahwa situs tersebut adalah sebagai acuan informasi soal kebudayaan Sunda.
Karena itu, jika ada yang menggunakan informasi di situs tersebut untuk dijadikan rujukan informasi, itu bukan tanggung jawabnya.
?Jika sekarang ada yang memuat bahwa kalangsunda.net sebagai referensi budaya Sunda, itu adalah di luar tanggung jawab kami karena sudah kami tutup sejak Ahir 2014,? jelasnya.
Mewakili Yayasan SKKS, Iwan menyampaikan prihatin atas peristiwa tersebut. Sebab, situs yang dibuatnya justru belakangan menjadi situs berunsur pornografi.
Seperti diberitakan sebelumnya, buku tersebut memuat situs pornografi dalam satu halamannya yang membahas soal Kampung Naga. Referensi tulisan didasarkan pada situs www.kalang*****.net.
Disdik Jawa Barat pun mengambil langkah dengan mengirim surat ke Kemendikbud dan Kemenkominfo untuk memblokir situs tersebut. Selain itu, pihaknya meminta agar Kemendikbud, terutama penulis buku berhati-hati jika mencantumkan rujukan informasi dari situs.
Pencantuman sumber rujukan sebaiknya mengacu pada situs resmi atau yang direkomendasikan instansi terkait. Sehingga, hal serupa diharapkan tak lagi terulang di kemudian hari. Saat ini, buku untuk sementara ?diparkir’ oleh masing-masing sekolah SMA di Jawa Barat.





