Gugatan anak kepada ayah kandung di Bandung berakhir dramatis dan mengharukan. Kedua pihak akhirnya menyatakan berdamai dan menyadari kesalahan masing-masing.
Tanda perdamaian sudah terlihat sebelum sidang mediasi dimulai. Selain masing-masing kuasa hukum sudah menyatakan ada kesepakatan damai, spanduk di lahan sengketa dan pencabutan kuasa hukum oleh pihak Deden pun sudah dilakukan.
Sebelum sidang mediasi, Rabu (10/2/2021) lalu, suasana haru terjadi ketika sang anak yakni Deden memeluk Koswara, ayahnya yang duduk di kursi roda sambil menangis. Saling peluk dan meneteskan air mata berlangsung hingga ke ruangan mediasi.
Sidang mediasi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung. Para penggugat, tergugat, serta turut tergugat, hadir dalam sidang tersebut.
Mediasi dilakukan secara tertutup. Tak lama, para pihak berperkara ini keluar dari ruang mediasi. Deden terlihat membantu ayahnya saat keluar dari ruangan. Setelah mediasi, Deden tampak berlutut di kaki Koswara, lalu meminta maaf atas perbuatannya. Istri Deden pun melakukan hal serupa.
“Kami mengucapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa. Perkara ini mencapai hasil perdamaian. Hubungan keluarga besar Pak Koswara telah dipulihkan, sehingga berakhir dalam suka cinta dan kebahagiaan. Semoga ke depannya tidak ada lagi perkara seperti ini, karena akan jadi preseden buruk untuk anak-anak kita di masa depan,” kata Bobby Herlambang Siregar, kuasa hukum Koswara.
Salah satu pihak tergugat, Hamidah anak sekaligus adik Deden mengatakan perkara ini sudah selesai dengan perdamaian.
“Bukan dicabut gugatan tapi sudah damai. Ahamdulillah, semuanya bersatu kembali, sudah dipulihkan Kembali. Terima kasih kepada rekan-rekan semua, untuk seluruh teman-teman yang telah mensupport kami, sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Deden mengaku bersyukur perkara bisa selesai dengan perdamaian. Keluarga besarnya bisa kembali Bersatu lagi.
“Terima kasih kepada semuanya, sudah menyatukan kami, menjadi keluarga yang utuh kembali dan terimakasih kepada yang membantu saya juga kuasa hukum,” ujarnya.
Deden menyesali perbuatannya, dan berjanji akan mengurus ayahnya.
“Saya menyesal, saya mencintai orang tua, saudara-saudara semua dan mencintai semuanya. Saya juga bersyukur dengan adanya silaturahmi seperti ini lebih mendekatkan kepada orang tua dan juga untuk keluarga,” tandasnya.





