Senja hari di Utara Jakarta, Pasar Ikan Muara Angke di Pluit Jakarta Utara mulai bergeliat. Truk-truk pengangkut ikan mulai berdatangan, para pekerja angkut sibuk membongkar muatan dan mengantarkannya ke lapak-lapak para padagang.

Menjelang malam, lalu lalang kuli angkut semakin sibuk mengantarkan ikan kepemiliknya terus berlangsung, para pemilik lapak sibuk menyiapkan ember-ember besar sebagai wadah tempat ikan, pedagang mulai menata dagangannya memisahkankan jenis dan besarnya ikan guna memudahkan para pembeli memilih ikan-ikan yang diinginkannya.
Berbagai jenis Ikan Laut di jual di Pasar Ikan Muara Angke ini, seperti Ikan Kerapu, Kakap, Tongkol, Cakalang, Tuna dan banyak lagi ikan lainnya. Begitu pula ikan air tawar seperti Ikan Lele, Mujair, Hingga Ikan Gurame mudah ditemui, ada juga berbagai Kerang, Cumi-cumi, Kepiting, maupun Lobster.
Di tengah Pandemi Covid-19, hiruk pikuk aktifitas penjualan ikan tetap berjalan, tampak berjejer rapih mobil-mobil pick up yang siap membawa ikan-ikan tersebut ke berbagai pasar tradisonal di Jabotabek, terlihat juga para pedangang, pembeli dan para pekerja menggunakan masker.

Ikan yang ada di Pasar Muara Angke ini datang dari berbagai daerah, Jawa Timur, Lampung, Palembang, Balikpapan. Sedangkan ikan ini dipasok untuk wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Serang, Depok dan sejumlah pasar lainnya.
Hingga saat ini, Muara Angke masih berfungsi sebagai pusat penangkapan dan produsen ikan di Jakarta. Nyaris seluruh masyarakat yang tinggal di Muara Angke menggantungkan hidup dari sektor perikanan, seperti menjadi nelayan tradisional, anak buah kapal (ABK) atau nelayan pemilik kapal.





