Tiga kurikulum baru yaitu Kurikulum Industri, Kurikulum Jabar Masagi dan Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi (PAK) dikeluarkan Disdik Jabar untuk tahun ajaran 2022 ini.
Ketiga kurikulum yang akan diterapkan di SMA, SMK dan SLB se-Jawa Barat ini dinilai bisa memberikan dampak positif kepada para siswa.
Disdik Jabar bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat untuk kurikulum Industri, kemudian Kejaksaan Tinggi (Kajati) untuk Kurikulum Anti Korupsi.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan untuk Kurikulum Industri saat ini memiliki 18 program, seperti teknik konstruksi dan perumahan, program desain pemodelan dan informasi bagunan, teknik kimia industri, teknik otomotif, teknik ketenaga listrikan dan teknik elektronika.
Selain itu, juga nauika kapal penangkap ikan, nautika kapal niaga, agro teknologi pengolahan hasil pertanian, desain komunikasi visual, pengembangan perangkap lunak, teknik jaringan komputer, manajemen perkantoran dan layanan bisnis, akuntansi keuangan dan lembaga, busana, perhotelan, dan juga layanan pariwisata.
“Jadi (kurikulum) ini yang sudah diramu bersama teman-teman dari Kadin. Ternyata kebutuhkan industri itu ada A, B dan C. Itu yang harus kita lindungi,” ujar Dedi Supandi, di SMK Mitra Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/3/2022)
Mengenai Kurikulum Jabar Masagi kurikulum ini lebih banyak kepada penguatan karakter dan budaya potensi lokal Jawa Barat. Kurikulum Jabar Masagi ini akan mulai diterapkan di tahun ajaran 2022 dan 2023.
“Juli yang akan datang akan kita lakukan dan hari ini akan kita luncurkan sebagai bagian dari hasil penggalian budaya dan karakter masyarakat Jabar,” jelasnya.
Sedangkan Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi (PAK), merupakan bagian dari sinergitas bersama Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat. Di mana Kurikulum PAK ini masuk ke mata pelajaran PPKN yang akan nantinya akan dilaksanakan dua jam dalam satu pekan.
“Tapi di situ juga ada prakter praktek baik yang diberikan,” katanya.
Tujuan diberlakukannya kurikulum PAK ini juga, Dedi menyampaikan berkaitan dengan pengembangan pendidikan karakter. Sehingga, dengan sokongan dari Kajati Jabar yang akan terjun langsung ke setiap sekolah akan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa maupun siswi.





