Kabarbandung.id – Sebanyak 22 orang warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini tertular virus rabies setelah mendapat gigitan dari anjing. Saat ini puluhan warga tersebut tengah menjalani perawatan intensif di beberapa puskesmas di KBB.
Menurut Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) KBB, Wiwin Aprianti, warga yang terkena virus rabies merupakan warga yang tinggal di Rongga, Gunung Halu, Sindangkerta, Cililin dan Cipatat. Kasus itu pun berasal dari laporan warga dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.
“Rata-rata gigitan di kaki dari mulai usia tiga tahun sampai 65 tahun. Mereka semua sudah diberi var pertama karena tanggap, sudah vaksinasi hari ke nol, kemudian hari ke tujuh juga,” kata Wiwin saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (21/2/2019).
Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari warga terdapat empat anjing yang diduga menggigit para korban. Tiga ekor anjing berhasil dibawa dan langsung dilakukan pemeriksaan.
“Tiga ekor sudah diambil dan diperiksa, hasilnya negatif (rabies). Sementara satu lagi anjing liar masih diburu sudah seminggu lebih tidak terdeteksi,” sambung Wiwin.
Puluhan warga tersebut terkena rabies dalam kurun waktu 7 hingga 20 Februari kemarin. Pihak dinas pun langsung kembali menyisir ke berbagai wilayah untuk menemukan anjing atau binatang yang dapat menularkan rabies seperti monyet dan kucing.
“Karena mereka tergigit oleh anjing yang kita tidak tau itu tidak tau hasilnya, kita antisipasi saja. Kami juga melakukan darurat vaksinasi,” imbunya.
Ia mengaku, Disnakan KBB pun memiliki jadwal vaksinasi terhadap hewan, diantaranya pada bulan Mei, Juni, Agustus, dan September. Namun dengan adanya kasus saat ini, Disnakan pun melakukan vaksinasi darurat guna menghindari adanya penyebaran virus rabies.
“Jadi kami lakukan vaksinasi darurat serempat di Rongga mulainya. Satu minggu ini turunkan tiga tim, berlanjut ke daerah lain, Gunung Halu, Sindang Kerta, Cipongkor, Cililin dan Cihampelas.
Diwajibkan semua anjing, kucing, kera yang bisa menularkan rabies,” tegasnya. (kur).





