Kabarbandung.id – Dinas Kesehatan akan menambah puskesmas ramah disabilitas di Kota Bandung. Jika sejak tahun lalu ada dua unit, tahun ini akan bertambah enam lagi.
Dua puskesmas ramah disabilitas yang sudah ada yaitu Puskesmas Salam dan Puskesmas Pasirkaliki. Sedangkan enam puskesmas disabilitas baru nantinya akan tersebar di enam titik berbeda di Kota Bandung.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan bukan membangun puskesmas baru. Tapi, pihaknya akan merenovasi puskesmas yang ada agar aksesnya ramah terhadap disabilitas.
“Jadi puskesmas yang ada akan direnovasi sehingga nantinya akan memiliki standar ramah disabilitas,” kata Rita di Balai Kota Bandung, Senin (11/3/2019).
Puskesmas Salam dan Pasirkaliki pun jadi percontohan untuk renovasi enam puskesmas yang akan direnovasi. Sedangkan untuk biaya renovasi, diperkirakan anggarannya tidak terlalu besar. Itu karena pihaknya hanya merenovasi, bukan membangun puskesmas baru.
Proses renovasi juga diperkirakan tidak akan lama. Tahun ini, puskesmas itu akan selesai. Sehingga, sebelum akhir 2019, total akan ada delapan puskesmas ramah disabilitas di Kota Bandung, yaitu dua puskesmas lama dan enam puskesmas baru.
“Enggak terlalu mahal kok. Untuk menambah fasilitas ramah disabilitas dan lain-lainnya itu hanya sekitar Rp200 juta (per satu puskesmas),” jelasnya.
Puskesmas ramah disabilitas sendiri memiliki berbagai keunggulan. Di lokasi terdapat guiding block atau pemandu jalan bagi tunanetra. Terdapat juga jalan khusus yang memudahkan kursi roda atau tunadaksa.
Mesin untuk mengambil nomor antrean pun terdapat huruf braile agar tunanetra tidak salah memencet tombol. Bahkan, kertas resep pun dicetak menggunakan huruf braille. Tidak hanya itu, beberapa petugas puskesmas juga memiliki kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. (bud)





