Kabarbandung.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung gencar melakukan sosialisai Pemilu 2019 ke Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui relawan Demokrasi Basis Disabilitas.
Kali ini sosiasasi mengenai tahapan Pemilu 2019 dilakukan di SPLB-C YPLB CIpaganti Bandung yang dihuni oleh pelajar penyandang grahita atau keterbelakangan mental. Belasan siswa di sekolah tersebut setingkat SMA mendapatkan pemahaman terkait proses Pemilu pada 17 April 2019 nanti.
“SLB cipaganti ini adalah temen temen grahita, anak-anak grahita yang memang punya hak suara. Walaupun pengetahuan untuk dalam rangka pemilu ini masih minim,” Jumono, salah seorang relawan Demokrasi Basis Disabilitas usai mensosialisasikan Pemilu 2019 di SPLB-C YPLB CIpaganti Bandung, Kamis (21/3/2019).
Ia mengaku membutuhkan kesabaran untuk menyampaikan materi kepada pada pelajar penyandang grahita. Terlebih tak jarang para pelajar tersebut bergurau saat diberikan materi tersebut.
“Inilah keunikan dari pada temen-temen anak disabilitss yang grahita ini, dengan mereka yang hyper, mereka kadang-kadang tidak bisa kontrol dengan emosinya ini yang menjadi tantangan untuk kami para relawan Demokrasi Basis Disabilitas untuk bisa sabar memberikan informasi kepads anak-anak khususnya yang grahita ini, keterbatasan pola pikir, harus lebih sabar,” bebernya.
Dalam penyempaian materi pun, lanjug Jumono, harus memilah kata-kata yang mudah dicerna oleh para pelajar tersebut. Pasalnya materi sosisalisasi pemilu kerap mengeluarkan bahasa yang baku sehingg sulit untuk dipahami secara langsung terutama oleh penyandang grahita.
“Terus kemudian dalam penyampaian materi juga harus dapst dicerna, gampang dicerna oleh anak anak. Ini saya pikir tantangan kami dari basis disabilitas untuk bisa menyampaikan informasi tentang pemilu ini ke seluruh berbagai latarbelakang karakteristik disabilitas itu sendiri,” pungkasnya. (bud)





