close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

KPU Sosialisasi ke SLB di Cipaganti Bandung

Kurniawan
Kamis, 21 Maret 2019 - 13:27:39
in KABAR KOTA
KPU Sosialisasi ke SLB di Cipaganti Bandung

Sosialisasi Pemilu 2019 di SLB Cipaganti Bandung. (Budiana/kabarbandung.id)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung gencar melakukan sosialisai Pemilu 2019 ke Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui relawan Demokrasi Basis Disabilitas.

Kali ini sosiasasi mengenai tahapan Pemilu 2019 dilakukan di SPLB-C YPLB CIpaganti Bandung yang dihuni oleh pelajar penyandang grahita atau keterbelakangan mental. Belasan siswa di sekolah tersebut setingkat SMA mendapatkan pemahaman terkait proses Pemilu pada 17 April 2019 nanti.

“SLB cipaganti ini adalah temen temen grahita, anak-anak grahita yang memang punya hak suara. Walaupun pengetahuan untuk dalam rangka pemilu ini masih minim,” Jumono, salah seorang relawan Demokrasi Basis Disabilitas usai mensosialisasikan Pemilu 2019 di SPLB-C YPLB CIpaganti Bandung, Kamis (21/3/2019).

Ia mengaku membutuhkan kesabaran untuk menyampaikan materi kepada pada pelajar penyandang grahita. Terlebih tak jarang para pelajar tersebut bergurau saat diberikan materi tersebut.

“Inilah keunikan dari pada temen-temen anak disabilitss yang grahita ini, dengan mereka yang hyper, mereka kadang-kadang tidak bisa kontrol dengan emosinya ini yang menjadi tantangan untuk kami para relawan Demokrasi Basis Disabilitas untuk bisa sabar memberikan informasi kepads anak-anak khususnya yang grahita ini, keterbatasan pola pikir, harus lebih sabar,” bebernya.

Dalam penyempaian materi pun, lanjug Jumono, harus memilah kata-kata yang mudah dicerna oleh para pelajar tersebut. Pasalnya materi sosisalisasi pemilu kerap mengeluarkan bahasa yang baku sehingg sulit untuk dipahami secara langsung terutama oleh penyandang grahita.

“Terus kemudian dalam penyampaian materi juga harus dapst dicerna, gampang dicerna oleh anak anak. Ini saya pikir tantangan kami dari basis disabilitas untuk bisa menyampaikan informasi tentang pemilu ini ke seluruh berbagai latarbelakang karakteristik disabilitas itu sendiri,” pungkasnya. (bud)

Tags: disabilitasgrahitakabar bandungkota bandungkpu kota bandungpemilu2019
Previous Post

Pintu Pendopo Kota Bandung Terbuka untuk Umum

Next Post

6.246 WNA Tinggal di Bandung

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.