Kabarbandung – Menjelang Ramadan sejumlah harga bahan pokok di sejumlah pasar Kota Bandung mengalami peningkatan berkisar antara lima hingga 30 persen.
Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan kenaikan harga tersebut dinilai masih wajar.
“Kenaikan harga biasanya disebabkan kebutuhan komoditasnya yang meningkat. Jika suplainya aman, kenaikan itu masih bisa dikendalikan dalam batas wajar.”
“Menjadi masalah adalah saat permintaannya tinggi, suplainya sedikit. Di kota Bandung masih dalam angka wajar,” katanya.
Untuk menjaga harga serta ketersediaan sejumlah komoditas Dispangtan sudah bekerja sama dengan PD Pasar Bermartabat, Dinas Perdagangan dan Industri serta produsen komoditas. Tak hanya menjelang Ramadan tetapi juga hingga Hari Raya Idulfitri nanti.
Berkaca pada data di Tahun 2018, seperti konsumsi daging sapi bisa meningkat hingga tujuh kali lipat, apalagi saat menjelang lebaran.
“Kami berkoordinasi dengan para pemasok daging sapi, ayam potong, telur buah-buahan dan sayuran guna memastikan ketersediaan komoditas tersebut.”
“Sebagai contoh, normalnya pemotongan sapi berada di angka 85 ekor per hari. Jumlah tersebut naik menjadi 330 ekor per-hari saat munggahan, dan mencapai 667 ekor per-hari saat H-2 Lebaran,” papar Ermariah.





