close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Tak Bergejala, Tak Perlu Ikut Tes COVID-19

Budiana
Sabtu, 28 Maret 2020 - 22:06:48
in HEADLINE, KABAR KOTA
Tak Bergejala, Tak Perlu Ikut Tes COVID-19

Rapid test COVID-19. (Humas Kota Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengimbau warga agar tak perlu panik dengan hadirnya virus SARS Cov-2 (virus corona) di Kota Bandung.

Kendati telah ditemukan kasus positif, namun bukan berarti semua orang harus mengikuti tes cepat yang dilaksanakan pemerintah.

Rita mengatakan, pihaknya melakukan klasterisasi kepada warga yang perlu dan tidak perlu dites. Ia memprioritaskan tenaga kesehatan dan Orang dalam Pemantauan (ODP) untuk dites lebih dulu. Selain itu, orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19 juga akan diprioritaskan.

?Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung, prioritas tes itu kepada tenaga kesehatan untuk melindungi mereka. Lalu ODP dan orang-orang yang berkontak atau berinteraksi dengan pasien positif Covid-19,? jelas Rita.

Rita menegaskan, di luar kelompok tersebut tidak perlu dites. Hal tersebut merespon banyaknya permintaan tes dari masyarakat yang sehat dan tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif.

Bagi orang yang tidak bergejala, ia hanya perlu menjaga agar tubuhnya tetap sehat dengan menjaga kekebalan tubuh dengan gizi seimbang dan hidup bersih.

?Kalau tidak bergejala tidak usah dites. Selain karena alat tesnya terbatas, kita juga perlu mengutamakan tenaga kesehatan yang akan berjuang di lini depan. Mohon semua orang bisa mengerti,? imbaunya.

Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung baru menerima 1.000 alat tes dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan 1.763 lainnya akan dikirim kemudian. Dinkes juga telah mendistribusikan alat-alat tes itu ke puskesmas-puskesmas yang di lingkungannya terdapat ODP.

?Nanti teknisnya kami serahkan ke tiap-tiap puskesmas. Boleh petugas kesehatan yang door to door ke ODP, atau merekanya diundang ke puskesmas dengan tetap mempertimbangkan keamanan. Silakan saja. Tapi petugas kesehatannya yang lebih dulu dites,? bebernya. (bud)

Previous Post

Swasta Akan Diminta Lakukan Work From Home

Next Post

Sembuh dari Corona, Yana: Terima Kasih Doanya

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.