Persija Jakarta kerap memiliki sejumlah striker ganas. Mereka jadi momok menakutkan, terutama bagi pemain bertahan tim lawan.
Di era saat ini, Marco Simic menjadi tumpuan utama di lini depan ‘Macan Kemayoran’. Kemampuannya berhasil mengantarkan Persija menjuarai Liga 1 dan Piala Presiden.
Sebelumnya, Persija juga pernah memiliki beberapa penyerang andal. Salah satu yang akan dikenang oleh suporter Persija adalah Emanuel de Porras.
Di balik ganasnya para striker Persija, ada satu sosok yang terbilang jadi faktor kunci. Sosok itu adalah Ismed Sofyan. Ia merupakan salah satu pemain yang diandalkan untuk menyuplai umpan memanjakan bagi barisan penyerang Persija.
Gonta-ganti pelatih pun tak membuat peran Ismed goyah. Ia selalu mendapatkan tempat di skuat utama. Sebab, selain kemampuannya, Ismed punya kharisma dan kepemimpinan.
Ismed sendiri menjadi satu di antara pemain yang paling lama berseragam Persija. Total hampir 17 tahun pemain asal Aceh ini berseragam Macan Kemayoran musim 2002/2003.
Dari 17 tahun tersebut, pemain yang akrab disapa Bang Haji ini, sudah banyak berkolaborasi dengan para pemain asing, terutama striker. Ia sendiri selama ini selalu punya kedekatan dengan para pemain asing. Namun, diakuinya hubungan dengan stiker asing selalu lebih dekat.
Ismed mengatakan, banyak pemain asing yang berposisi striker sering bertukar pikiran dengan dirinya. Ia kerap berdiskusi tentang kebiasaan para penyerang asing tersebut saat memanfaatkan peluang di depan gawang. Apalagi Ismed yang notabenenya bek sayap juga harus mengetahui jenis umpan seperti apa yang disukai oleh para koleganya tersebut.
“Seluruh pemain asing yang pernah bermain di Persija, saya pastikan sangat akrab dengan mereka. Namun untuk paling banyak komunikasi pastinya sama striker. Mereka pastinya memiliki kesukaan umpan yang harus diberikan kepada mereka. Untuk mengetahui itu saya sering berdiskusi dengan mereka di luar lapangan,” ujar Ismed di laman resmi klub.

Karena sepak bola merupakan permainan kolektif, Ismed punya peran salah satunya menjadi pelayan bagi striker. Ia berusaha memberikan umpan-umpan yang akan dikonversi menjadi gol oleh para striker.
Sebab, pemilik nomor punggung 14 itu sadar striker tidak akan bisa mencetak gol dan memenangkan laga sendirian. Striker perlu andil pemain lain untuk mencetak gol, termasuk darinya. Karena itulah, ia selalu berusaha menyesuaikan diri dengan gaya permainan striker Persija.
“Sebagai contoh Emanuel De Porras suka bola langsung ke daerah. Roger Batoum suka dengan bola langsung mengarah kepalanya. Sekarang juga ada Simic, pastinya mereka sering komunikasi dengan saya. Saya sendiri juga harus mengetahui maunya mereka umpan seperti apa yang mereka suka,? jelas Ismed.





