Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanegara terhitung pada Senin (25/1/2021), jumlah keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bandung telah mencapai 75.03 persen.
Oleh karena itu beberapa upaya dilakukan oleh Pemkot Bandung demi mengantisipasi apabila lonjakan terjadi mengingat setiap harinya jumlah pasien positif COVID-19 terus bertambah.
“Persentase 75.03 persen ini bukan diartikan bahwa terjadi penurunan jumlah kasus pasien terkonfirmasi di Kota Bandung, melainkan RS rujukan ini yang menambah kapasitasnya untuk layanan Covid-19,” katanya.
Ahyani mengatakan, setiap RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung sudah memiliki skenario untuk dapat mengetahui jika terjadi penambahan kasus.
Skenario ini memungkinkan pihak RS dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan fasilitas yang harus ditambahkan untuk dapat tetap melayani pasien covid 19.
“Komitmen setiap RS rujukan untuk terus dapat berupaya menambah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam melayani pelayanan pasien Covid-19 di Kota Bandung sudah cukup bagus.”
“Tetapi perlu diingat, RS rujukan di Kota Bandung tidak hanya melayani kasus di dalam Kota Bandung saja namun melayani wilayah cakupan Bandung Raya,” jelas Ahyani.
Untuk saat ini, Ahyani menjelaskan, Dinkes Kota Bandung terus berupaya agar tidak semua pasien terkonfirmasi Covid-19 harus masuk ke RS rujukan.
Oleh karena itu pihaknya bekerja sama dengan Satgas dan Forkopimda terus menyiapkan penambahan ruang ruang isolasi mandiri bagi pasien pasien yang tanpa gejala (OTG) atau pasien pasien dengan gejala yang ringan dan sedang agar dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang lain.
“Kami berharap juga dari sektor kewilayahan dapat membuat tempat tempat isolasi sesuai dengan kapasitas dan potensi yang ada di masing masing Wilayahnya. Hal ini kita upayakan untuk dapat mengurangi beban pelayanan pasien Covid-19 di RS. Sehingga dapat memprioritaskan pasien Covid-19 yang memiliki gejala yang berat,” katanya.





