close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR JABAR

BPBD Jabar Siapkan 27 Posko Penanggulangan Bencana

Dery F.G
Rabu, 27 Januari 2021 - 14:00:48
in KABAR JABAR
Pakar IPB: Mitigasi Bencana Harus Jadi Prasyarat Pembangunan

net

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyiapkan posko penanggulangan bencana. Posko tersebut berada di 27 kabupaten kota.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar Dani Ramdan mengatakan, pihaknya berupaya meminimalisasi dampak bencana, khususnya sekarang yang sudah memasuki musim hujan panjang. Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi adanya multibencana hidrometeorologis di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Kita sejak 1 November 2020 menetapkan Jabar Siaga bencana hidrometeorologi melalui Pergub yang berlaku sampai 30 Mei 2021. Prediksi BMKG menyebutkan musim hujan sekarang cukup panjang,” ujar Dani kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Dani menuturkan, bencana yang disebabkan cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi mendekati puncak periode musim hujan pada Februari hingga April 2021. Dengan potensi status gawat darurat ini, posko penanggulangan bencana akan beroperasi 24 jam.

?Kita siaga setiap hari dengan sistem piket. Kita pun siapkan dari sisi masyarakat melalui program Desa Tangguh Becana. Kita sudah menetapkan desa mana yang berisiko tinggi.?Mereka harus memiliki tiga komponen minimal, yaitu satgas, kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, relawan di desa, kemudian peralatannya seperti cangkul dan alat-alat lain seperti pelampung, tenda darurat, serta anggaran,” katanya.

Dani mengatakan, peralatan yang digunakan untuk menghadapi bencana telah disiagakan di kecamatan dan Koramil yang berada di kawasan risiko tinggi bencana. Sedangkan alokasi anggaran terbantu oleh aturan yang menyebutkan desa rawan bencana harus mengalokasikan anggaran yang besarannya disesuaikan APBDes masing-masing.

?Memang desa sering terbentur anggaran untuk melaksanakan mitigasi atau pun penanggulangan bencana. Ada 500 dari 5.000 desa yang masuk kategori desa tinggi potensi bencana,” katanya.

Previous Post

Buronan Kredit Fiktif BUMD Jabar Menyerahkan Diri

Next Post

Ariel Noah-Risa Saraswarti-Sekda Kota Bandung Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Dua

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.