close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Minggu, 19 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Pengidap Penyakit Asma di Bandung Meningkat

Kurniawan
Selasa, 26 Februari 2019 - 08:30:04
in KABAR KOTA
Pengidap Penyakit Asma di Bandung Meningkat

Kick Off program Healthy Lung di Hotel Malaka, Jalan Halimun, Bandung, Selasa (26/2/2019)./Humas Kota Bandung

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Angka penyakit asma di Kota Bandung mengalami peningkatan cukup tajam. Bahkan sebanyak 127 orang meninggal dunia karena mengidap penyakit asma pada 2018 silam.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, pada 2017 silam jumlah kasus penyakit asma sebanyak 8.333 kasus. Jumlah tersebut meningkat tajam pada 2018 yang mencapai 12.332 kasus diantaranya 127 orang meninggal dunia.

?Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Kamalia Purbani, Pemkot Bandung telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 315 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pemkot Bandung juga telah membentuk Satgas KTR pada Maret 2018. Regulasi tersebut dikeluarkan karena asap rokok dinilai menjadi penyebab utama penyakit asma.

“Salah satu pencetus asma ini asap rokok, sehingga ini tidak hanya dari sektor kesehatan saja tapi perlu penegakan aturan. Tapi itu tergantung pada pola hidup sehat juga,” ujar Kamalia saat membuka Kick Off program Healthy Lung di Hotel Malaka, Jalan Halimun, Bandung, Selasa (26/2/2019).

Kick Off Healty Lung ini merupakan pertemuan awal dari Dinas Kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan asma guna menciptakan paru-paru yang sehat. Program ini didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, AstraZeneca dan Project Hope. Para dokter dan perwakilan dari 20 Puskesmas juga turut hadir di acara ini.

Kamalia berharap, Dinkes Kota Bandung lebih banyak membuat pelatihan bagi para tenaga medis khusus untuk pencegahan dan penanganan penyakit asma. Sehingga, kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung juga bisa terus meningkat. Utamanya dalam rangka menciptakan paru-paru sehat.

“Perlu ada edukasi tidak hanya kepada pasien, orang tua dan masyarakat, tetapi dokter juga ataupun petugas kesehatan lainnya harus update untuk menangani asma ini, karena bisa jadi ilmu penanganan ada yang sudah lebih baru lagi daripada yang sudah berpuluh-puluh tahun lalu,” terangnya.

?Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita mengakui jika kasus penyakit asma mengalami peningkatan.

“Asma ini penyakit yang harus mendapatkan perhatian lebih. Karena kasus yang terjadi cukup tinggi. Tugas kita sebagai petugas kesehatan harus betul-betul berkonsentrasi kepada penyakit asma ini,” ujar Rita.

Rita menuturkan, program paru-paru sehat ini merupakan kegiatan berkelanjutan seja?k 2018 silam, dan akan berlangsung hingga Oktober 2019 mendatang. Kota Bandung yang menjadi salah satu kota pilot project di Indonesia ini menyertakan 20 puskesmas.

Rita memaparkan, di 20 Puskesmas ini terpantau menjadi wilayah yang memiliki angka kasus asma cukup tinggi. Pertimbangan lainya, sambung dia, di puskemas-puskesmas ini mempunyai akses yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

?”Yang terpenting pelayanan primer di puskesmas. Di Kota Bandung sudah kami laksanakan, promosi, sosialisasi dan pelatihan. Walau pun belum semuanya. Tetapi insya Allah akan kita tingkatkan untuk pencegahan penyakit asma ini dengan baik,?” ungkapnya.

Lebih lanjut Rita juga mengimbau masyarakat terus meningkatkan pola hidup sehat. Di samping itu, sebisa mungkin menghindari asap rokok karena menjadi penyebab utama terjadinya asma.

?”Penyakit asma ini bisa karena bawaan, infeksi, kehidupan sehari-hari, tidak menular. Itu salah satu pengaruh dari luar itu asap rokok?. Pencegahannya tadi salah stunya menghindari asaprokok, pola hidup bersih dan sehat, mencegah alergennya, dan rajin olah raga?,” pungkasnya. (kur)

Tags: asmadinas kesehatan kota bandungkesehatanmang odedpemkot bandungwali kota bandung
Previous Post

Pemkot Bakal Kawal Ketat Bantuan Kelurahan

Next Post

Cara Wali Kota Bandung Dekat dengan Jurnalis

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.